Aku Memilihnya, Keraguan Itu Hilang (5): Bukti Kenabian Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib

desert-1914052_1280

Seperti yang tertulis pada judul, tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya, yaitu tentang perjalanan saya mencari kebenaran. Kali ini saya akan memaparkan bukti-bukti kenabian Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib. Mengapa ini penting? Ini sangat penting karena bagi orang-orang yang belum meyakini atau orang-orang yang diserang oleh keragu-raguan bahwa Islam adalah agama yang benar, dia akan berpikir hingga hal-hal yang sangat mendasar yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh orang yang tidak merasa membutuhkannya.

Begini maksud saya. Hmm… Seharusnya tulisan ini ditulis setelah saya menulis bukti-bukti keotentikan Al-Quran. Namun, karena itu membutuhkan waktu yang jauh lebih lama karena saya belum menyelesaikan bacaan saya, yakni buku The History of The Quranic Text, yang penulisnya baru saja wafat itu (seorang ulama ahli hadits), saya memutuskan untuk menulis tentang bukti-bukti kenabian Rasulullah saw terlebih dahulu yang saya pikir ini tidak membutuhkan waktu yang lebih lama sekalian saya mengulang yang saya baca pada buku Sirah Nabawiyyah. Kemungkinan, tulisan ini akan terus ditambahkan seiring bertambahnya pengetahuan saya terkait judul karena buku yang saya baca hanyalah buku ringkasan. Saya belum membaca versi lengkapnya yang penuh dengan analisis. Namun, saya juga punya buku yang isinya tentang pendapat para tokoh dunia tentang Rasulullah saw. ๐Ÿ™‚ Ya, tokoh dunia yang bermacam-macam agamanya. Isi buku ini pastinya menjadi penguat argumen-argumen yang telah ada.

Bukti-bukti kenabian Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib ini sangat penting dipaparkan karena percuma kita membuktikan keotentikan Al-Quran, tetapi kita tidak bisa membuktikan orisinalitas Al-Quran, yakni bahwa Al-Quran itu benar-benar wahyu dari Allah swt. Bisa saja kan orang-orang mengira bahwa Nabi Muhammad saw berbohong? Bukan bisa saja, melainkan memang benar-benar ada, bahkan banyak, yang menganggap bahwa Al-Quran itu karangan Nabi Muhammad saw seperti halnya manusia menulis buku. Oleh karena itu, pada tulisan ini akan dipaparkan bukti-bukti bahwa Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib adalah memang utusan Allah swt untuk menyampaikan risalah berupa wahyu dari Allah swt. Namun, sebelum membaca tulisan ini sebaiknya tulisan seri sebelumnya dibaca terlebih dahulu. ๐Ÿ™‚

 

Gelar Al-Amin

Perlu diketahui bahwa Nabi Muhammad saw dahulu sebelum menerima wahyu dari Allah swt bukanlah orang yang biasa-biasa saja. Nabi Muhammad saw sejak kecil sudah berperangai baik hingga akhirnya beliau diberi gelar Al-Amin (orang yang dapat dipercaya). ๐Ÿ™‚ Sebelum beliau menikahi Khadijah, beliau memasarkan dagangan milik Khadijah. Saking bisa dipercayanya, Nabi Muhammad saw saat itu dititipi barang dagangan terbaik oleh Khadijah yang tidak pernah dititipi kepada selain Nabi Muhammad saw. Khadijah juga bukan wanita yang biasa-biasa saja. Khadijah adalah wanita yang kaya raya dan dihormati. Khadijah telah menolak lamaran banyak tokoh yang ingin menikahinya. Namun, karena perangai dan kepribadian Nabi Muhammad saw yang mengagumkan, Khadijah ingin menikah dengan Nabi Muhammad saw, padahal Nabi Muhammad saw saat itu bukanlah siapa-siapa dilihat dari status sosialnya. Itu sebelum Nabi Muhammad saw menerima wahyu. Nabi Muhammad saw sudah terkenal sebagai orang yang jujur sejak sebelum menjadi seorang nabi. Bagaimana mungkin tiba-tiba beliau bisa berbohong bahwa beliau utusan Allah? ๐Ÿ™‚

house-of-allah-2217859_1280.jpg

Pernah juga ketika terjadi perdebatan bahkan perkelahian di antara suku-suku Arab saat membangun kembali (memugar) Ka’bah yang telah rusak di beberapa bagian karena memperebutkan pekerjaan meletakkan Hajar Aswad karena saking mulianya Hajar Aswad. Akhirnya seseorang yang bernama Abu Umayyah bin Mughirah al-Makhzumi mengusulkan agar yang meletakkan Hajar Aswad sebaiknya adalah orang yang pertama kali masuk masjid dan mereka pun setuju. Kebetulan, orang yang pertama kali masuk masjid adalah (Nabi) Muhammad bin Abdullah. Ketika mereka mengetahui bahwa Nabi Muhammad saw adalah orang yang dimaksud itu, mereka langsung saja merelakan Hajar Aswad agar diletakkan oleh Nabi Muhammad saw, padahal saat itu Nabi Muhammad saw belum menjadi utusan Allah karena memang Nabi Muhammad saw telah dikenal sebagai Al-Amin. Betapa terhormatnya Nabi Muhammad saw sejak sebelum beliau menerima wahyu dari Allah meskipun beliau bukanlah kepala suku ataupun penguasa. Bagaiman mungkin beliau tiba-tiba bisa berbohong menjadi seorang utusan Allah? ๐Ÿ™‚ Tidak mungkin.

Pada saat Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib akhirnya menerima wahyu dan selama 3 tahun telah berdakwah secara sembunyi-sembunyi hanya kepada sedikit orang terdekat, akhirnya beliau mendapat perintah untuk berdakwah kepada kerabat-kerabatnya secara lebih luas. Nah, di sini menarik.

Nabi Muhammad saw sudah diakui masyarakat Arab bahwa beliau adalah orang yang jujur. Maka, ketika beliau mengetes orang-orang yang akan diberi pengumuman bahwa beliau adalah seorang utusan Allah swt dengan suatu pertanyaan, orang-orang itu percaya kepada Nabi Muhammad saw. Berikut ini percakapannya.

Setelah Rasulullah saw mendapat dukungan dari paman beliau, Abu Thalib, Rasulullah saw mendaki bukit Shafa dan kemudian beliau berseru,ย “Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Adi’!”

Setelah semua berkumpul, maka beliau bersabda,ย “Bagaimana pendapat kalian seandainya aku beri tahukan bahwa ada sekelompok pasukan berkuda di balik gunung ini akan menyerang kalian,ย apakah kalian akan membenarkan ucapanku?”

“Tentu! Kami mengenalmu orang yang paling jujur di antara kami,”ย jawab mereka. ๐Ÿ™‚ Ini bukti yang jelas bahwa Nabi Muhammad saw benar-benar orang yang jujur. Tidak mungkin tiba-tiba beliau berbohong mengaku-aku karangannya sebagai wahyu Allah. Alasan apa yang membuat Nabi Muhammad saw harus berbohong? ๐Ÿ™‚ Harta? Jabatan? Wanita? Faktanya apa yang didapatkan Nabi Muhammad saw setelah mengumumkan bahwa dirinya adalah utusan Allah swt justru sebaliknya kan… ^_^ Bahkan, Nabi Muhammad saw pun pernah ditawari itu semua (berbagai kenikmatan duniawi) asalkan beliau berhenti berdakwah, tetapi beliau menolaknya. ๐Ÿ™‚

Namun, ketika Rasulullah saw bersabda,ย “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan untuk kalian sebelum datang adzab yang pedih.”,ย pamannya, Abu Lahab, langsung menghardiknya,ย “Celaka engkau selama-lamanya! Untuk inikah engkau mengumpulkan kami?”ย Maka, turunlah ayat 1 surat Al-Lahab yang artinya:ย “Binasalah kedua tangan Abu Lahab!”

Orang-orang yang menolak ajakan Nabi Muhammad saw untuk masuk Islam, bahkan menghalang-halangi dakwah sang nabi bukanlah mereka tidak percaya bahwa Nabi Muhammad saw adalah seorang rasulullah, melainkan karena mereka menuruti hawa nafsu mereka.

 

Prediksi/Ramalan Sang Nabi

Salah satu bukti Nabi Muhammad saw adalah benar-benar utusan Allah dan Al-Quran yang disampaikan beliau itu adalah wahyu Allah bisa ditunjukkan dengan ramalan atau prediksi nabi yang sudah terwujud. Tentu saja itu banyak sekali. Beberapa di antaranya (saking banyaknya, saya pun bingung memilihnya… XD Jadi, nanti saya tambahkan sedikit-sedikit), yaitu

1.ย berita bahwa akan ada rayap yang memakan surat kesepakatan

Pada saat terjadi pemboikotan yang dilakulan oleh kaum kafir Quraisy kepada Nabi Muhammad saw dan para pengikutnya, ditulislah surat kesepakatan di antara kaum kafir Quraisy untuk tidak melakulan transasksi jual-beli, tidak menikah dengan para pengikut Nabi Muhammad saw, bahkan bergaul, berkunjung, dan berbicara pun tidak mereka lakukan selama 3 tahun. Surat kesepakatan tersebut digantung di Ka’bah hingga akhirnya sebagian dari mereka meminta untuk membatalkan kesepakatan itu karena sebagian yang menderita akibat pemboikotan tersebut adalah keluarga mereka sendiri. Terjadilah perdebatan di antara 2 kelompok yang mendukung dan yang meminta pembatalan pemboikotan tersebut hingga akhirnya yang menentang pemboikotan menjadi suara mayoritas.

Rasulullah saw pun memberitahu Abu Thalib bahwa Allah telah mengutus rayap-rayap untuk memakan lembaran surat kesepakatan pemboikotan tersebut dan menyisakan kalimat zikrullah. Abu Thalib pun menyampaikan berita dari Rasulullah saw tersebut kepada kaum kafir Quraisy dan kemudian berkata,

“Jika dia berdusta, kami akan biarkan kalian berbuat sesuka hati kalian kepadanya. Namun, jika dia benar, hendaklah kalian menghentikan pemboikotan dan kezaliman kalian kepada kami.”

Kemudian, Muth’im hendak merobek surat kesepakatan tersebut. Namun, benarlah yang disampaikan Abu Thalib bahwa kertas surat kesepakatan tersebut sudah dimakan rayap dan menyisakan kalimat:

(( ุจูุงุณู…ููƒูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ))
“Dengan nama-Mu, wahai Allah…”

Maka, berhentilah pemboikotan tersebut. ^_^

Ramalan bahwa setelah wafatnya Rasulullah saw akan ada salah satu didikan Rasul yang berkhianat dan mengaku sebagai nabi (palsu).

Ramalan penaklukan Konstantinopel

Ramalan cara terbunuhnya beberapa sahabat nabi.

Nabi saw mengetahui sesuatu yanh disembunyikan oleh orang lain.

Betapa banyak prediksi Nabi Muhammad saw yang terwujud tersebut sebagai bukti bahwa beliau adalah utusan Allah. Informasi yang beliau dapatkan tentu saja dari Allah dan informasi yang didapatkan dari Allah sudah pasti kebenarannya dan telah terbukti. (Perinciannya saya tunda dulu ya… ^_^)

 

Teguran Al-Quran

Di mana-mana, isi buku itu tidak ada yang memuat kejelekan/kekurangan penulisnya. Jika seandainya dikatakan bahwa Al-Quran adalah karangan Nabi Muhammad saw, seharusnya Al-Quran tidak memuat kekurangan beliau. Namun, pada faktanya, Al-Quran berkali-kali menegur Nabi Muhammad saw. Mana mungkin Al-Quran adalah karangan Nabi Muhammad saw? ๐Ÿ˜€ Berikut ini adalah ayat-ayat Al-Quran yang memuat teguran kepada sang nabi.

1. Surat At-Taubah: 113

Pada saat Abu Thalib meninggal dunia dalam keadaan kafir karena mengatakan ia masih berada dalam agama Abdul Muthallib, Rasulullah saw bersabda yang artinya,ย “Aku akan mintakan ampunan untukmu, selagi aku tidak dilarang dalam hal itu.”ย Maka, turunlah ayat 113 dari Surat At-Taubah yang artinya:

“Tiadalah sepatutnya bagi nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahannam.”

Surat At-Tahrim ayat 1

Surat ‘Abasa ayat 1-2

Dll (perincian ditunda dulu)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s