Aku Memilihnya, Keraguan Itu Hilang (4): Definisi Bukti

truth-in-forex-how-your-broker-really-executes-your-trade-website-large

Orang ateis itu tidak konsisten. Dia bisa “percaya” bahwa suatu negeri di belahan bumi lainnya itu “ada” walaupun dirinya belum pernah ke sana karena hanya melihat foto atau atlas. Namun, dia tidak mau percaya bahwa Tuhan itu ada dan telah menurunkan wahyu-Nya kepada para utusan-Nya (Rasul) yang telah sampai kepada para umatnya dengan alasan tidak bisa melihat Tuhan. Orang ateis bisa percaya bahwa Aristoteles itu ada dan telah membuat banyak teori, padahal dirinya tidak pernah bertemu langsung dengan ilmuwan tersebut. Tapi anehnya mereka “selalu” menuntut bukti yang harus berupa materi yang secara fisik bisa diindera. Ini kontadiktif tentunya. Namun, kebanyakan dari mereka sangat angkuh mengklaim diri mereka orang yang rasional. Rasional kok kontradiktif… ^^

Perlu disadari bahwa banyak sekali hal yang membuat kita percaya bukan karena kita melihatnya langsung atau menginderanya, tetapi karena informasi yang benar dan valid yang pada akhirnya sampai kepada kita. Dalam Islam, hal itu disebut mutawatir (datangnya suatu berita yang “sama isinya” dari berbagai jalur riwayat). Semua hal yang bersifat mutawatir itulah yang biasa disebut dengan khabar shadiq, yakni informasi yang mutlak benar. Kita tidak membutuhkan bukti fisik yang empiris untuk mengetahui bahwa kita lahir dari rahim ibu kita. Cukup dengan “tidak adanya” orang yang membantah bahwa kita terlahir dari rahim ibu kita menjadi bukti atau cukup ada banyak orang yang menginformasikan hal yang isinya “sama” padahal mereka “tidak saling janjian”.

Pasti akan berbeda rasanya jika tiba-tiba saja ada yang mengatakan bahwa ibu yang selama ini membesarkan kita “bukan” ibu kandung kita. Pasti keraguan muncul dan kita berusaha untuk mengeceknya (kembali ke awal ^^). Tentu, kita tidak mungkin sembarangan percaya kepada orang tak dikenal untuk kasus khusus ini, bukan? Di sinilah pentingnya otoritas dalam menyampaikan suatu informasi. Tidak sembarangan orang bisa menyampaikan informasi untuk diyakini. Misalnya saja, semua keluarga kita sepakat bahwa seorang wanita yang biasa kita panggil “ibu” ini memang ibu kandung kita. Namun, tiba-tiba ada orang tak dikenal yang tiba-tiba mengatakan bahwa ibu kita itu “bukan” ibu kandung kita. Apakah kita akan mudah percaya kata-katanya? Tentu tidak. Kita akan lebih percaya pada keluarga besar kita yang pasti telah menjadi saksi kita dilahirkan. Ini hanya salah satu contoh bahwa berita mutawatir atau khabar shadiq (informasi yang benar) bisa menjadi “bukti” akan benarnya suatu kejadian.

Nah, adakah yang membantah fakta bahwa Nabi Muhammad saw itu ada? Adakah yang berani mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw hanyalah tokoh fiktif belaka atau figur khayalan yang dibuat-buat umat Islam? 😀 Tidak ada! Jika tidak ada yang menyangkal hadirnya Nabi Muhammad saw di dunia ini, berarti tidak bisa diragukan lagi bahwa Nabi Muhammad saw benar-benar sosok nyata, bukan figur khayalan. Jujur saja, dahulu saking saya terheran-herannya dengan teman-teman yang beragama lain atau yang ateis karena mereka terlihat ‘anteeeng’ aja dengan keyakinannya masing-masing, seperti tidak ada keinginan untuk membandingkan keyakinannya dengan keyakinan orang lain yang berbeda, seakan-akan mereka tidak khawatir seandainya mereka telah tersesat, saya sampai sempat berpikir, “Apakah mereka mengira Nabi Muhammad saw itu hanyalah tokoh fiktif gitu ya?” Saya pun jadi merenung sendiri, bagaimana saya bisa yakin bahwa Nabi Muhammad itu sosok nyata? Akhirnya saya menemukan jawabannya dari hasil diskusi dengan para senior bahwa wujudnya Nabi Muhammad saw itu khabar shadiq. Beritanya mutawatir. 🙂

Kegelisahan demi kegelisahan saat itu hilang satu persatu. Selanjutnya saya akan sharing tentang proses saya menemukan kebenaran bahwa Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib adalah rasulullah saw dan sekaligus membuktikan bahwa Al-Quran adalah wahyu Allah swt, bukan karangan beliau. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s