Papasan yang Berkali-Kali (4)

Seperti biasa, saat itu aku merasakan lelah dan jenuh dengan tugas studio yang jumlahnya 8 sks tiap semester. Bayangkan, jam studio itu mengisi ‘ruang-ruang kosong’ yang ada ketika pelajaran lain tidak ada. XD Misalnya nih, hari Senin ada pelajaran lain pada pukul 9-11 dan pada pukul 15-17. Berarti ya studio (Studio Perancangan Arsitektur maksudnya ^^) dari jam 7-9, jam 11-12, dan 13-15 haha… Bahkan, banyak tuh yang sampai melanjutkan hingg malam XD Begitulah dunia mahasiswa Asitektur.

Tidak ada mahasiswa Arsitektur yang tidak merasa jenuh dengan tugas studio. Saya yakin itu, sekreatif apapun dia, secepat apapun dia merancang, dia pasti juga merasakan getar-getir mendekati deadline tugas studio. Itu pula yang aku rasakan selama menjadi mahasiswa Arsitektur. Namun, segala kesulitan yang kurasakan itu ternyata bisa juga kulewati.

Teng! Kuliah terakhir hari itu selesai. Aku mampir sebentar ke studio, lalu tidak lama kemudian aku memutuskan untuk pulang. Aku tidak betah di studio lama-lama jika sudah sore. ^^ Mumpung tidak ada asistensi sore itu. Oh… Hujan ternyata. Aku buka payungku dan aku pun menuju Masjid Salman.

Entah mengapa, saya merasakan sesuatu yang berbeda kala berjalan di tengah hujan sendirian… Sang hujan selalu saja memengaruhi suasana hati ini. Sendu… Entah apa yang terpikirkan saat itu, selalu saja yang bisa membuat sedih… Terkadang hujan juga saat-saat yang tepat untuk saya berkontemplasi. Pokoknya ‘baper’ banget deh… 🙂 hehe… Langkah semakin dekat dengan Masjid Salman. Saya pun berkali-kali mengawasi sepatu saya agar sepatu saya jangan sampai terkena becek.

Dari kejauhan, saya melihat sosok yang berjalan dari arah Masjid Salman dan juga mengenakan payung. Namun, saya tidak tahu siapa dia. Saya ini tipe orang yang selalu memerhatikan sekitar. Saya pun mudah mengenal sosok teman-teman saya dari jauh… Namun, sosok yang satu ini tertutup oleh payungnya. Saya sih lanjut saja berjalan. Eits, ada becek. Hop! Saya pun melompat. Sosok itu semakin dekat. Tapi anehnya, kok payungnya seperti sengaja ditaruh di depannya ya… haha… Saya pikir, ah wajar lah… Kebanyakan ikhwan kan begitu kalau bertemu akhwat, jadi “pura-pura” gak kenal gitu… Tapi yang ini kok lebay banget sih, sampai nutupin mukanya pakai payung besarnya… XD Eh, tunggu, kok kalau dilihat dari jaketnya dan tinggi badannya, saya sepertinya tau siapa orang ini… (Ini orang lagian misterius banget sih haha jadi ingin menebak-nebak kan…) Terus, dia melewati saya begitu saja… Saya pun tetap berjalan dengan santai sambil terheran-heran melihat ikhwan aneh itu melewati saya… Lalu, saya lihat belakangnya, loh itu kan Kak Rizki… Eh iya bukan ya? Saya cengar-cengir sendiri menertawakan tingkah beliau… hahaha… Terus, saya menoleh ke belakang sambil berpikir, “Aneh-aneh aja…” Eh tiba-tiba dia juga menoleh ke belakang deh… #eaaaa *ups jadi saling melihat* iyaaa beneran Kak Rizki… Hahaha….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s