Jangan Meremehkan Panah-Panah Itu…

Dulu, saya pernah menyaksikan bahwa ada banyak yang menge-share perkataan imam syafi’i bahwa tanda kebenaran itu ketika banyak serangan. Dianalogikan saat itu dengan gambar anak-anak panah yang sedang meluncur pada satu tujuan. Lalu, ada yang bilang, “Semoga panah itu tertuju padaku.” Dan komentar-komentar lainnya yang menunjukkan seolah-olah dia termasuk dari orang yang dimaksud oleh imam syafi’i.

Aku termenung… Kok kayaknya hal kayak gitu diremehkan ya… Memangnya serangan-serangan itu rasanya semudah itu ya? Harusnya kita introspeksi, sudah sejauh mana pengorbanan kita untuk agama ini? Bandingannya ke mana? Kalau bandingannya orang yang bukan aktivis mah pantas saja kalau banyak yang sudah merasa banyak berkorban dengan bangganya. Eits, tapi seharusnya bandingannya jangan yang begitu… Bandingannya itu seharusnya yang sedang berjuang merelakan nyawanya untuk agama ini seperti yang terjadi di Palestina dan Suriah. Masih mending lah Palestina dukungannya udah seluruh muslim yang waras. (Kalau gak waras, wajar aja dia gak mendukung perjuangan mujahidin Palestina.) Coba bandingkan dengan Suriah? Mereka sudah berjuang untuk menolong rakyat Suriah untuk lepas dari penderitaannya yang disebabkan oleh rezim Bashar al-Assad aja masih suka dihina-hina (astaghfirullaah kalau ada sampai yang kayak gitu… saya bisa nangis dengernya). Bashar al-Assad itu udah kayak Fir’aun modern. Coba deh lihat video-videonya… Lalu, siapa para pejuang yang saya maksud? Banyak… Di antaranya ada yang dari kalangan pengikut Imam Asy’ari, tapi ada juga yang bukan, kayak Jabhan Nusrah. Nah, Jabhan Nusrah ini benderanya sama kayak ISIS. Tapi mereka bukan ISIS. Bahkan mereka kerepotan menangani ISIS karena ISIS kerjaannya malah mengganggu perjuangan Jabhan Nusrah dan pejuang lainnya. Coba lihat respon orang-orang terhadap para pejuang di Suriah? Kayak gimana tuh? Masih saja saya temukan orang-orang berpikir buruk kepada mereka… Padahal mah, mereka udah berjuang kayak gimana sih? Belum ada apa-apanya dibanding orang-orang yang mereka jelek-jelekkan itu…. Udah gitu, kayaknya mereka tidak bisa berpikir positif terhadap para pejuang Suriah karena kebodohan mereka saja. Gak tau apa-apa…

Sekarang saya tanya nih, enak gak dipikir buruk sama orang lain? Enak gak tinggal di tempat yang dipimpin orang kayak Bashar al-Assad? Enak gak? Gak usah jauh-jauh deh ya… Dikritik aja udah gak betahan. Nahi munkar aja jarang. Rasul itu mendapat serangan bukan karena amar ma’rufnya aja, tapi lebih karena nahi munkarnya… Orang kan sering malas-malasan untuk nahi munkar karena mentalnya gak siap. Nahi munkar aja takut, masa’ udah merasa jadi yang terserang… Sing tawadhu’ lah ya… Da kita mah apa atuh…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s