Galau Facebook

Maksud saya galau di sini adalah mau atau gak ikut jejak suami saya… 😀

Suami saya ini katanya sudah gak mau buka facebook lagi. Katanya, buka facebook itu ngabisin waktu. Banyak waktu yang terbuang yang bisa digunakan untuk mengerjakan yang lain yang lebih bermanfaat. Daripada baca artikel/status singkat di facebook, mending baca buku kayak gini kan. Katanya sambil nyengir. Itulah sebabnya saya sering message beliau lewat facebook, tapi message saya tidak dibaca. 😀

Sebenarnya saya pernah sih berkali-kali libur panjang dari buka facebook. Cuma ya gitu, sekali buka facebook langsung banyak share link yang berseliweran di Home. 😦 Kayak buka puasa aja ya… Lalu, saya pernah juga merasa sangat bosan di rumah sendirian. Waktu itu saya benar-benar tidak ada akses untuk membuka media sosial kayak facebook ini. Bahkan, saya juga tidak punya Whatsapp dan Line seperti ketika saya telah memegang Android. Di rumah sendirian membuat saya bosan. Berbeda ketika saya dulu masih ngekos, masih ada lah teman-teman kosan. 🙂 Saat ini saya di rumah sendirian, benar-benar sendirian ketika suami ngantor atau keluar kota. Tidak ada yang bisa diajak ngobrol. 😀 Lalu, saya ‘merengek-rengek’ minta modem ke suami biar bisa buka facebook dan biar saya gak mikir yang aneh-aneh. Maklum, dulu masih baru nikah, jadinya belum mau ditinggal suami sering-sering. Wajah suami selalu terbayang (baca: rindu). 😛 Kondisi kayak gini bikin saya galau cinta… (Ternyata udah nikah masih galau aja ya…)

Suami pun setuju meminjamkan modem kantornya buat saya biar saya gak kesepian dan itu juga sudah dibolehkan kantor. Akhirnya saya bisa buka facebook. 😀 Namun, mungkin karena sebelumnya sempat libur lama ya, jadinya saya belum terbiasa lagi bikin status atau share link kayak sekarang… Maklum, liburnya bisa sampe 4 atau 6 bulan lah… Buka beberapa kali, terus libaur panjang lagi. Maklum, dulu saya ingin fokus TA atau tugas lainnya dulu.

Nah, kalau saat ini saya bahkan telah memegang Android. Saya sempat aktif Line juga. Namun, aplikasi Line tersebut sudah saya hapus dari Android saya. Whatsapp lebih aktif lagi saya… Bahkan, ketika saya bisa buka whatsapp, saya jadi jarang buka Facebook. Maklum lah… saya bukan wanita yang kerja kantoran yang punya kerjaan banyak di kantor dan masih bisa bersosialisasi dengan teman-teman kantor. Saya juga bukan mahasiswa (saat ini) yang rutin menghadiri kuliah-kuliah dan masih bisa ngobrol dengan teman-teman kuliah. Ingat loh, saya sendirian di rumah dan bahkan saat ini saya juga belum punya anak yang mungkin ketika saya punya anak, kesibukan saya akan teralihkan kepada mengurus anak dan bisa bercengkerama dengan anak saya. Saya yakin, siapa pun wanita yang seperti saya, pasti setidaknya pernah merasakan “bosan”. Dulu, waktu saya bosan di rumah, saya masih bisa main ke Masjid Salman. Sepertinya hati saya saat itu masih belum bisa jauh-jauh dari Salman. Tapi sekarang rumah saya jauh dari Masjid Salman. ^^ Kondisi ini membuat saya terbiasa untuk berdiam diri di rumah dengan ditemani whatsapp dan facebook. Kalau tidak ada keduanya, saya pasti tetap merasa bosan.

Tapi, sekarang Android saya rusak… Haha… Saya tidak bisa ngobrol dengan ibu-ibu lain di Whatsapp. Facebook pun diakses lebih sulit karena harus membuka laptop dan menyambungkannya dengan internet modem. 😀 Sekarang saya mulai terbiasa sih ya tanpa Whatsapp walaupun saya terkadang sulit mengontak orang lain karena mereka biasanya gak punya pulsa untuk membalas SMS saya. Tapi, so far… tidak terlalu banyak masalah… Ternyata enak juga ya gak banyak baca pesan orang lewat Whatsapp. ^^ Saya tidak perlu baca postingan sombong orang lain. Saya tidak perlu panas hati ketika saya membaca ada orang yang bersikeras dengan pendapatnya padahal menyalahi fakta, misalnya. Saya pun jadi lebih bisa menjaga hati dengan hidup tanpa Whatsapp. 🙂

Hanya saja, saya masih belum bisa lepas dari Facebook… Gimana dong? 😥 Terkadang dengan membuka Facebook, saya banyak memperoleh manfaat, tetapi banyak juga mudharatnya… Yang paling gak enak itu, kalau misalnya status saya atau link yang saya share didebat orang lain sampai panjang. Alhamdulillaah, saya sudah mengurangi bahkan hampir tidak mengomentari postingan orang lain. Ini sebenarnya larangan dari suami juga. Saya dilarang komentarin ikhwan misalnya. Dalam mengomentari akhwat, saya berusaha memilih bahasa yang santun dan ceria… Tidak ingin berdebat dengan yang punya status atau yang punya postingan. Tapi terkadang menyebalkannya itu kalau ada akhwat mengomentari postingan saya dengan nada merendahkan atau penuh prasangka. Kalau prasangkanya benar sih gak apa-apa sih ya… Tapi kalau salah, saya suka bingung ngejelasinnya dengan bahasa yang tidak terlihat emosi. Kalau ada akhwat yang komentar dengan emosi. Saya terpaksa menanggapi komentarnya juga dengan serius biar dia mau mengakui bahwa dirinya salah. Saya ini orangnya tidak ingin mempermalukan orang lain yang salah bicara. Tapi kalau dianya tetap ngotot, ya saya terpaksa dengan ekspresi serius dengan tetap menjaga adab. Ya, kalau masih bisa saya menjelaskan dengan ceria, saya tetap usahakan sih… 🙂

Nah, kalau yang mendebat itu ikhwan yang paling nyebelin karena saya dilarang mengomentari ikhwan oleh suami saya. 😦 Uuuh… Kesal rasanya kalau ada ikhwan yang komentar dengan bahasa “seenaknya” dengan maksud membantah pernyataan saya. 😦 Lebih tidak suka lagi kalau ada akhwat yang saya jaga perasaannya, beliau me-like ikhwan menyebalkan itu. Saya pernah mem-block ikhwan yang komentar seenaknya di status atau postingan saya. Saya hapus komentarnya, eh… dia nambah komentar yang gak sesuai fakta. Ya terpaksa saya block saja… Daripada saya jadi panas hati hanya bisa diam membaca komentarnya sehingga saya terlihat sangat bodoh menerima komentar-komentarnya… Saya juga sebenarnya gak terlalu kenal beliau juga sih… 😦

Ya, intinya, Facebook itu bisa bermanfaat dan bisa juga ada mudharatnya. Entahlah apakah saya akan mengikuti jejak suami saya atau tidak. 😀 Masalahnya, saya suka merasa bosan di rumah sendirian. Tapi ya gituuu… Kalau baca postingan orang yang pernyataannya suka gak benar atau bertentangan dengan pandangan saya, saya selalu ingin membantah dengan postingan baru… 😦 Jujur saja, yang kayak gitu tidak membuat hidup lebih tenang…

Mungkin, ke depannya saya akan mencoba melakukan anjuran suami saya. Katanya, kalau saya punya pendapat, lebih baik ditulis di blog saja… 🙂 In syaa Allaah tidak ada yang mendebat di facebook… Kecuali kalau dikasih komentar di awal sebelum share blog ya…

Saya heran dengan suami saya… Perasaan, dulu suami saya aktif facebook sebelum nikah. Tapi setelah menikah tiba-tiba jarang facebookan. Bahkan, sekarang dia tidak mau buka facebook lagi. 🙂 Motivasinya cukup kuat ya… Ah, maklum lah… Dia kan ngantor tiap hari. Jadi bisa ngobrol dengan teman-temannya di kantor. Kalau saya? Saya kan sendirian di rumah… Tapi saya akan coba mengurangi facebook. Bismillah aja deh ya… 🙂 Kalau punya pendapat, ditulis di blog aja… ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s