Respon Komentar Tentang Konflik Yaman

Banyak yang berkomentar tentang konflik Yaman. Di sini saya hanya ingin menanggapi komentar-komentar mereka karena saya tidak mungkin berkomentar langsung dengan penjelasan yang sepuasnya.

Menurut saya, yang harus di-clear-kan pertama-tama adalah tentang seberapa bahayanya paham Syi’ah. Ini penting banget! Kata Prof. Baharun salah satu ketua komisi MUI, orang-orang yang meragukan kesesatan syi’ah itu karena mereka kurang memahami seluk-beluk syi’ah. Saya sepakat banget, Prof. Tapi ya gituu anehnya mereka dibilang “belum tahu” malah tersinggung dan tidak suka. Lah, faktanya saya ini. Saya dulu tidak paham bahayanya syi’ah dan menganggap syi’ah hanya beda madzhab saja, tidak sesat. Tapi ternyata saya keliru. Saya baru paham apa dan siapa itu syi’ah. Saya yakin bukan saya saja yang mengalami ini. Lah, orang syiah yang taubat juga banyak kalau dicari. Jadi wajar lah jika banyak yang mengatakan bahwa orang-orang yang meragukan sesatnya dan bahayanya syi’ah itu karena mereka belum tahu.

 

Tentang Syiah

Bicara tentang syi’ah memang rumit. Untuk memahami bagaimana seluk-beluk syiah tidak cukup hanya mendengar dari ucapan para penganutnya yang tidak jelas juga mereka itu sedang berbohong atau tidak. Maka, kita harus mendengar penjelasan para pemerhati syiah dengan merujuk ke kitab aslinya. Namanya juga, bagi mereka (orang syi’ah) berbohong atau taqiyyah itu berpahala kok… Wajar saja jika berbohong telah menjadi kebiasaan mereka. Berbeda dengan orang sunni. Orang sunni itu boleh taqiyyah jika nyawanya terancam dan itu menunjukkan kondisi yang lemah karena ada yang kondisinya sama lemahnya, seperti Bilal, tetapi ia tetap tidak menyembunyikan identitas aqidahnya. Itu karena tidak boleh menyembunyikan identitas aqidah untuk menjadi kebiasaan. Kalau orang syiah itu, untuk jujur bahwa mereka membenci Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Aisyah saja belum tentu. Padahal kan nyawa mereka tidak terancam hanya dengan jujur tentang kebencian mereka itu, kecuali mereka berbuat onar lebih dahulu. Ya itu tadi, berpahala.

Siapa bilang orang syi’ah akan “takut” jika kondisi politik sunni kuat? Hoo belum tentu… Kemungkinan besarnya mereka tetap berani… Revolusi Iran itu terjadi hanya dengan jumlah syiah yang fifty-fifty loh… Yang di Suriah juga orang syiahnya tidak sampai 30% menurut info yang saya dapatkan. Yang dekat-dekat saja lah, di Indonesia ini mereka baru sedikit saja sudah berani berbuat ulah dengan main labrak dan serang kayak preman. Mereka mengadu domba. Bayangkan saja, mereka berani-beraninya menulis (di website mereka) daftar situs-situs Islam (sunni) sebegitu banyaknya agar diblokir oleh BNPT sebelum BNPT benar-benar memblokir sebagiannya. Saya tidak ingin menunjukkan alamat websitenya karena males aja kalau website mereka jadi terkenal. Hampir semua ormas yang ada kena di daftar itu.

Kalau kita bicara sejarah syiah, wah ini lebih rumit lagi. Saya pun pelan-pelan mencoba memahaminya. Setahu saya, Syiah ini pernah kuat sehingga mereka bisa mendirikan daulah fathimiyyah dan menguasai negeri-negeri sunni. Kata Ustadz Alwi Alatas, ahli sejarah Islam, beliau mengatakan bahwa runtuhnya daulah Fathimiyyah itu karena mereka saling bermusuhan di dalam internalnya sendiri. Di samping itu, yang sunni juga berusaha keras memperkuat aqidahnya, ahlus sunnah wal jamaah. Pada masa pemeintahan Ali bin Abi Thalib pun orang-orang syi’ah diusahakan jangan sampai menyebarkan pahamnya. Belum lagi ketika Husein cucu Nabi Muhammad SAW terbunuh. Sudah pada tahu kisahnya? Husein terbunuh karena ulah orang syiah sendiri. Mereka mengkhianati janji mereka kepada husein bahwa mereka akan membai’at Husein. Itulah sebabnya penyesalan mereka diungkapkan dengan cara memukul-mukul tubuh mereka sendiri, bahkan sampai berdarah-darah. Itu rutin tiap tahun, kalau saya tidak salah ingat. (Maaf ya ini bukan tulisan ilmiah ^^)

 

Konflik Yaman

Tidak hanya di Yaman. Pemberontakan orang-orang syiah ini sudah terjadi di mana-mana. Bahkan di Suriah dan Iran, mereka sudah berkuasa. Saya tidak heran sih… Bahkan mereka dahulu pernah “sangat” kuat mendirikan Daulah Fathimiyyah kan.. Bukan cuma kuat, tetapi sangat kuat loh… Maka, yang di Yaman, saya sudah tidak heran lagi.

Peperangan di Yaman itu diawali oleh orang-orang syiah yang memberontak. Hei, di Indonesia saja mereka sudah masuk ke ranah parlemen. Maka dari itu, kita yang sunni jangan sampai lengah. Mereka bahkan berani memelintirkan fakta. Maka, jangan mudah percaya jika mereka mulai berbicara soal Timur Tengah. Yang menarik, ada seorang mantan wartawan Iran yang telah membuat buku tentang Suriah, padahal dia belum pernah ke Suriah. Dia tahu apa soal Suriah? Berani-beraninya bicara soal Suriah dan membela Bashar al-Assad. Dia banyak mengutip data, entah sumbernya dari mana saja. Yah, semoga saja ada buku tandingannya deh ya… (Apa sudah ada?) Kalau artikel-artikel lepas tentang Suriah sih sudah banyak ya…

Konflik di Yaman, yang memulai lebih dahulu itu orang syiah. Maka, pemerintah sah Yaman meminta tolong Arab Saudi untuk membantunya melawan syiah, suku Houtsi itu. Saya heran dengan orang-orang yang langsung mengkritik Arab Saudi karena Arab Saudi memenuhi permintaan pemerintah Yaman. Maksudnya gimana sih mengkritik begitu? Maksudnya Arab Saudi lebih baik menolak permintaan pemerintah Yaman gitu ya? Maksudnya, pemerintah Yaman dan orang-orang sunni disuruh “diam” bersabar dizhalimi orang syi’ah? Gitu maksudnya? Lalu, syiah Imamiyyah atau Itsna Ashariyyah dibiarkan semakin menyebar gitu? Lalu, berdirilah daulah sejenis daulah fathimiyyah??? #sudah_tidak_paham_lagi

Ada yang mengatakan bahwa itu hanya soal perebutan kekayaan alam saja. Terus kenapa? (Kalau kata anak gahul sih, so what?) Tetap saja mereka itu orang “syiah”. Pasti pemberontakan mereka tidak serta merta hanya soal kekayaan alam dan wilayah, tetapi juga ideologi. Ini dari sudut pandang ajaran syiahnya loh ya… Kalau mereka orang syiah dibiarkan berkuasa, mereka bisa semakin menyebarkan pahamnya dan yang paling bahaya, mereka berani membunuhi orang-orang sunni dengan zhalim seperti yang terjadi di Suriah dan Iran. Yang bernama Abu Bakar, Utsman, Umar, dan Aisyah bisa dibunuhi hanya karena namanya. Dikatakan ini kekhawatiran berlebihan? Di mana ya berlebihannya? Ini hanya berdasarkan fakta sejarah saja.

Arab Saudi membunuhi “ribuan muslim”? Dari mana tuh datanya? Maksudnya orang-orang syiah Itsna Asyariyyah dikatakan masih muslim? Coba cek lagi, mereka Itsna Asyariyyah dihukumi apa oleh para ulama sejak dahulu hingga sekarang? Mereka Itsna Asyariyyah itu termasuk Rafidhah. Paham itulah yang ada di Iran. Mereka sudah dikatakan “kafir” oleh para ulama sunni. Kalau tidak percaya, baca saja kitab-kitab asli mereka. Atau kalau belum bisa baca arab gundul, bisa baca kajian-kajian dari para ulama se-Indonesia seperti buku yang telah diterbitkan MUI Jatim dan INSISTS.

“Kenapa gak menyerang Israel atau Amerika?”

Bagi yang belum tahu, saya kasih tahu nih ya, Arab Saudi pada waktu zaman Raja Faishal pernah membantu Palestina melawan Zionis Israel. Mereka kalah total. Padahal, Arab Saudi sudah dibantu oleh negara-negara Islam lainnya. Maka, saat ini saya masih husnuzhan kepada Raja Salman maksudnya baik melihat tingkah lakunya selama ini yang telah diangkat oleh media. Sengaja saya tekankan pada kata husnuzhan dan media karena ingin menunjukkan bahwa itu hanya soal perasaan saya saja. Memang gak pakai bukti sih… 😀 Namanya juga menilai “niat” orang lain… Seperti apa Raja Salman ke depannya, saya tidak berani berkomentar dulu. Melawan Israel itu tidak mudah… Butuh banyak persiapan agar tidak kalah konyol kan… Ya masa’, Raja Salman tidak mau mengambil pelajaran yang telah lalu? Memangnya, mau kalah total lagi? Yakin? Dalam masa pemerintahan yang masih baru, apa harus semua target dilaksanakan sekaligus? Hei… itu jangan dikira gampang…

Lucunya sih kalau ada orang yang bilang, “Menyerang Amerika itu kan lebih make sense, lebih penting, kekafiran mereka murni. Kalau syiah kan masih ada iman.” 😀

Maksudnya, kayak Al-Qaeda gitu ya… Lupa ya…, seberapa gigihnya tuh Al-Qaeda melawan Amerika? 😀 Ya, maksud saya, jangan dikira orang yang anti-syiah itu hanya ngurusin syiah doang… Hoo tidak… Jangan dikira orang yang menghambat pergerakan syiah itu tidak ingin juga mencegah ekspansi pemerintah Amerika. Bahkan pemikiran Amerika ini bisa merusak aqidah muslim. Kalau Anda termasuk orang yang tidak suka pemerintah Amerika, maka jangan sampai Anda mencela Al-Qaeda. Khawatirnya jadi seperti “menelan ludah sendiri” kan… Jadi, kalimat “kalau mau menyerang syiah rafidhah, maka harus juga menyerang Amerika” sudah terjawab oleh Al-Qaeda kalau konteksnya umum (bukan soal Yaman saja). Atau kalau ada kalimat “ada gerakan anti-syiah, maka harusnya ada juga gerakan anti-Amerika”, itu lebih terjawab lagi. ^^ Ah bukan cuma Al-Qaeda yang tidak suka dengan Amerika. Saya pun tidak suka. (Bukan Amerika yang muslim loh ya… ^^) Dahulu juga PKS menolak pemerintah Amerika mengunjungi Indonesia. Banyak lah yang anti-Amerika. Banyak juga kan yang memboikot produk mereka (alias produk Zionis). Amerika itulah yang teroris sesungguhnya.

“Orang syiah itu kafirnya masih ada iman, kalau Amerika murni kafirnya.” Maksudnya???

Iblis itu tidak perlu diragukan lagi keimanannya (hati dan lisannya) kepada Allah. Iblis pernah bicara langsung dengan Allah. Sebelum ada Adam, iblis juga makhluk yang taat. Tapi karena 1 perbuatan saja, iblis telah menjadi kafir. Apa kalian meragukan kekafiran “iblis”???

Ahmadiyyah juga masih percaya Allah dan Nabi Muhammad. Apakah kalian meragukan kekafiran Ahmadiyyah? Tapi karena Ahmadiyyah tidak berani macam-macam, maka mereka tidak (perlu) diperangi, kecuali dilarang penyebaran pahamnya.

Hei, orang Nasrani dan Yahudi juga mengakui bahwa mereka meyakini adanya Tuhan. Mereka ahlul kitab loh… Muslim dibolehkan memakan sembelihan mereka, ahlul kitab. Jadi, seharusnya tidak ada lagi kalimat “syiah rafidhah (kafirnya) masih ada iman” dengan maksud membela kezhaliman mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s