BNPT Jadi ‘Ulama’ Mendadak

Sempat saya menonton video rekaman diskusi pagi TV One tentang isu yang lagi heboh sekarang ini.

Pemblokiran banyak situs media Islam yang dilakukan oleh Kemenkominfo atas perintah BNPT membuat geger orang banyak. Ada banyak yang ingin saya soroti di sini.

Saya gemes waktu nonton video itu… Huh pokoknya gemesnya tuh tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata 😀 Hingga saya memutuskan untuk menulis ungkapan perasaan saya di blog ini.

(huft… Tarik napas biar tenang)

1. Definisi Radikalisme

Entah dari mana istilah itu muncul dan menjadi terkenal ke mana-mana. Apa sih maksudnya radikalisme? Radikal katanya kan mengakar ya… Apa maksudnya radikal sih? Apa salahnya radikal? Kalau yang dimaksud radikal adalah mengajak sholat, mengajak mengkaji Al-Quran, dan belajar aqidah Islam dengan benar, ya kalau begitu saya mau deh dibilang radikal. 😀

Ini deh saya kutip dari KBBI:

radikal 1 /ra·di·kal /a1 secara mendasar (sampai kpd hal yg prinsip): perubahan yg –;2Pol amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan); 3 maju dl berpikir atau bertindak;

meradikalkan /me·ra·di·kal·kan/v menjadikan radikal
radikalisme /ra·di·kal·is·me/n1 paham atau aliran yg radikal dl politik; 2 paham atau aliran yg menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dng cara kekerasan atau drastis; 3 sikap ekstrem dl aliran politik
Radikal itu artinya “secara mendasar” dalam konteks secara umum.  Belajar agama kok dibatas-batasi… Gak boleh radikal berarti gak boleh belajar aqidah gitu ya? -_- Kalau ga boleh radikal, imannya ga boleh kuat? Jadi, bolehnya kayak gimana? Beragama sekadarnya aja? Aneh banget ini…
Nah ada arti kedua, yaitu “amat keras”, ini kan dalam konteks politik secara khusus ya bukan beragama. Maksud saya, kalau konteksnya politik seharusnya jangan cuma bicara agama kan… Buktinya yang punya keinginan kuat dan keras untuk mengubah undang-undang itu banyak, bukan cuma yang aktivis agama aja kaliii… Maka, entah mengapa “radikalisme” pun berasal dari arti kedua dari “radikal”. Kenapa gak dari arti yang pertama? Atau yang ketiga gituu..
Yang ketiganya “maju dalam berpikir atau bertindak”. Nah, ini artinya malah bagus. 😀 Rada aneh emang ini KBBI… Yang bikin KBBI siapa sih? Setau saya KBBI itu kan emang di-update ya mengikuti perkembangan zaman hehe…
Jadi, daripada ambigu begitu, sebaiknya mulai menggunakan istilah “ekstrem”, jangan lagi menggunakan kata radikal atau radikalisme. Kata radikalisme yang dikesankan BNPT sebagai paham yang berbahaya ini bisa menyihir pikiran orang lain bahwa beragama hingga kuat dasarnya atau imannya itu pun berbahaya. Kalau menggunakan istilah “ekstrem” kan beda ya secara psikologis juga… Itu karena dari bahasanya juga sudah mengisyaratkan bahwa berarti ada standar atau patokannya yang disebut sebagai “tidak ekstrem”. Istilah “ekstrem” inilah yang biasa dipakai dalam diskursus agama, khususnya Islam.
2. Media Islam Sebagai Penyeimbang
Salah satu yang bikin saya paling gemes itu ya, media Islam itu kan udah minoritas ya suaranya. Kok masih aja tega membungkam suara mereka (termasuk saya). Ini tuh negeri mayoritas muslim bukan sih? Negeri ini aneh, yang mayoritas harus disuruh mengalah saja terus. Ya wajar sih ya yang muslim-muslimnya itu beragamanya seperti yang dikatakan Rasulullah saw “seperti buih”, banyak sekali muslimnya tapi mereka tidak bermanfaat, tidak punya izzah di hadapan kaum yang memusuhi. Mereka cinta dunia dan takut mati (duh jadi merenung sendiri ini… nasihat buat diri sendiri juga). Maka, jadinya ya seperti yang di Indonesia saat ini. Muslimnya mayoritas tapi muslimnya itu ga mau membela agamanya sendiri, malah menginjak-injak agamanya itu.
Maka, saya setuju tuh apa yang dikatakan Pak Mustofa dari Muhammadiyyah bahwa media Islam ini seharusnya jangan diblokir karena mereka adalah penyeimbang media-media mainstrem. Lah, ini yang sebagai penyeimbang aja dibungkam, berarti nanti orang-orang muslim yang masih pada bener gak ada yang menyuarakan, tidak ada lagi yang bisa dijadikan tempat penyaluran aspirasi mereka. Apa-apaan sih pemerintah negeri ini?
Media-media lain yang menyebarkan paham liberalisme dan mengacaukan aqidah Islam saja tidak diblokir. Media-media syi’ah tidak diblokir. Lah ini kenapa yang keislamannya pada lurus malah diblokir? Apa sih standarnya? Itu pemimpin BNPT kan profesor ya, tapi kok bisa-bisanya #BlokirDuluBaruMikir 😦 Gelar profesornya kan jadi direndahkan orang banyak tuh…
Wajar sih pemred Hidayatullah sampai marah. Hidayatullah itu sudah ada sejak lama, bahkan sebelum BNPT belum ada. Mereka punya badan hukum yang jelas. Bahkan Hidayatullah ini sudah ikut membuat undang-undang perlindungan pers sebelum BNPT ada. Lucunya, BNPT berkelit bahwa katanya media-media Islam yang diblokir itu karena mereka tidak punya alamat yang jelas. Hoho… Terus alamat kantor BNPT di mana? Ketika website BNPT dibuka, ternyata tidak ada keterangan alamatnya. *jeng jeng 😀
Menariknya, Pak Irfan Idris (pemimpin BNPT) keceplosan bahwa ada aduan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan situs-situs tersebut. Wah, siapa itu yang mengadu? Orang syiah kah? 😀 Banyak yang menduga ini tuh ada pesanan dari orang-orang syiah. Wah jika betul karena ada pesanan dari orang syiah, berarti memang pantas itu BNPT dikatakan #BlokirDuluBaruMikir. BNPT ini mikir ga sih sebelum memblokir? Media-media syiah tidak diblokir kenapa? Padahal, syiah itu bisa lebih berbahaya dari paham apa pun juga… Mereka itu bisa nekat revolusi walaupun dalam jumlah yang sedikit. #HarusnyaBlokirSitusSyiah
3. Posisi Media Gema Islam
Media yang satu ini aneh, akhirnya ketahuan kan, bisa-bisanya kerja sama dengan BNPT. Ckckck… aneh banget ini lah… Kok gak tau malu sih sudah berkontribusi dalam menghancurkan gerakan-gerakan Islam yang ada. Karena hizbiyyun? Khawarij? Bisa-bisanya membisiki BNPT suatu pandangan yang sepihak aja… Ngundang Syeikh Al-Hallabi ke Indonesia segala untuk membantu menghentikan gerakan-gerakan Islam yang ada. Tapi lucunya, mereka juga diblokir. Malu-maluin ah…
Padahal, mereka gak tau bahwa mereka itu dikatakan sebagai murji’ah oleh sebagian orang. Gak terima kan dibilang murji’ah? Kalau gak terima ya jangan gitu lah pakai segala kerja sama dengan BNPT diskusi bersama dengan tokoh zionis. Mana sih yang lebih berbahaya? Melancarkan misi zionis atau misi orang-orang yang dikatakan hizbiyyun itu? Kok ada media Islam, pro-zionis. Apa jangan-jangan gak tau ya bahwa itu ada tokoh zionis yang diundang sama BNPT?
4. Posisi MUI
Yang paling super bikin gemes, di mana posisi MUI? Itu BNPT yang gak tau apa-apa tentang agama kok jadi sembarangan menafsirkan ajaran Islam yang benar? Emang BNPT itu ulama? Kok mau-maunya sembarangan menurut saja pada pesanan orang yang mengadu kepada BNPT? Emang pemahaman agama orang-orang itu benar? Pesanan siapa sih jadi penasaran? Benar orang syiah ya?
Kita kan ada lembaga resmi terkait urusan agama. Ada MUI gitu loh… Kalau situs-situs yang ada dalam daftar BNPT harus diblokir atas saran MUI, itu baru benar. Lah ini standarnya ga jelas. Pakai penafsiran sepihak tentang ajaran benar atau salah. #BNPTjadiUlamaMendadak
Awalnya bilang bahwa situs-situs tersbut pro-ISIS. Mana buktinya? Hidayatullah, Kiblat, Arrahmah, dll, tidak ada yang pro-ISIS. Ini kan aneh. Lalu, berkelit, katanya karena menentang demokrasi? Lah buktinya Hizbut Tahrir kan menentang demokrasi. Kok gak diblokir? Berarti bohong itu… Bukan itu alasannya… Eh jadi melebar, katanya karena mengafir-ngafirkan dan membid’ah-bid’ahkan… Lah, maksudnya kalau beneran kafir dan bid’ah gak boleh gitu mengafirkan dan membid’ahkan? Orang Kristen, Buddha, dan Hindu jelas kafir dalam Islam. Aneh banget ini alasannya. #StandarOverGanda
Tentang salah dan benarnya ajaran agama, malah BNPT yang menentukan dan menafsirkan (ups salah, tapi penafsiran orang yang memesan). Padahal, kan tinggal minta tolong MUI ya untuk menjelaskan paham apa saja yang terlarang, yang menyalahi ajaran ahlus sunnah wal jamaah dengan fatal. MUI kan jelas otoritasnya. Ini MUI malah dicuekin. Gak dianggap kali ya… 😦
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s