Hikmah Harus Menunggu Lagi Sehari :D

Sejak hampir seminggu yang lalu, si Aa keluar kota sedang bertugas. Ada Islamic Book Fair di Jakarta yang isinya ada banyak seminar dengan pembicara yang keren-keren πŸ™‚ Di sana, ia bertugas membeli banyak buku (terutama buku-buku baru) dan mewawancarai para pembicara itu. Enak juga ya kerjaannya wartawan ^^

Sejujurnya, udah sekian kali saya mengatakan di blog ini, saya merasa kurang betah di rumah sendirian. Ditinggal sehari semalam saja bisa bikin saya ga mood ngapa-ngapain, apalagi kalau ditinggal selama ini, seminggu. Sendirian pula di rumah πŸ˜€

Kalau udah gak mood kayak gitu bahkan makan pun tidak nafsu. Inginnya di kamaaar ajaa terus, gak tau kenapa 😦 atau keluar rumah menghirup udara segar. Belum lagi kalau sudah malam, ada perasaan sedikit takut atau tidak nyaman karena halaman yang terlalu luas bagi saya seorang diri dan suasananya gelap πŸ˜₯ Pokoknya ga pernah suka sendirian di rumah. Bayangin aja lah kalau teman-teman di kosan cuma sendirian seorang, ga ada teman-teman di rumah. Pasti kan juga kurang nyaman ya… πŸ™‚

Hari demi hari saya lalui, menunggu sang suami pulang. Saya pun jadi sulit terlepas dengan laptop dan buku. Kerjaan saya tiba-tiba jadi lebih sering membaca dan menulis. Sesekali mengobrol dengan teman lewat chat FB karena suatu urusan (karena android saya sedang rusak). Nah, karena android saya sedang rusak, saya pun jadi sulit ngobrol dengan suami πŸ˜€ Biasanya kan saya minta kirimin foto dan kabarnya lewat Whatsapp ya, tapi kali ini tidak bisa. Ia pun tidak bisa buka FB karena charger tabletnya hilang sehingga ia harus menjaga baterai agar tidak mudah habis.

Hari ke-4 ia bilang in syaa Allaah akan pulang dan mengingatkan saya untuk mengambil ijazah berbahasa Inggris agar bisa membuat paspor. Oke, saya pun menurut. Ijazah pun sudah diambil dan saya sudah mulai mencoba daftar untuk membuat paspor secara online, walaupun gagal πŸ˜€ Suami pun sudah saya tunggu-tunggu kepulangannya. Saya pun hendak membereskan rumah yang sudah dipenuhi buku-buku yang saya baca sejak ditinggal suami keluar kota. Namun, karena saya bawaannya tidak mood karena sendirian di rumah, saya mudah terdistraksi kepada hal lain dan mudah merasa bosan sehingga beres-beresnya itu ga beres-beres πŸ˜€

Sudah saya tunggu-tunggu, suami saya tiba-tiba bilang ga jadi pulang. Katanya, besok. Saya bilang, “Semoga nanti waktu aa pulang, rumahnya udah rapi dan bersih ya πŸ™‚ ” Sembari masih beres-beres rumah, saya menunggu hingga besok pagi. Rumah pun tinggal dipel. Haha lama juga ya beres-beresnya… Soalnya bukunya banyaaak… Rak 4 tingkat dengan 3 kolom aja penuuuh.. Udah gitu kan bukunya mesti saya bersihkan dari debu terlebih dahulu dan kemudia dikelompokkan sesuai tema. Jadi emang lamaaa ^^ Apalagi sayanya mudah terdistraksi dan bosan.

Saya pun menunggu suami pulang hari itu. Tapi suami tidak kunjung datang. Saya sms beliau. Aaaah… XD ternyata ga jadi hari itu pulangnyaaa πŸ˜₯ Ya udahlah… mau gimana lagi…

Terus ya tiba-tiba saya teringat ucapan saya kepadanya, “Semoga rumahnya udah rapi dan bersih ya waktu aa pulang…” Wah, kayaknya karena doa saya itu deh… Mungkin di sana ya hikmahnya πŸ˜€ Ternyata, benar, waktu beliau pulang, rumah udah sempat dipel sebelum saya keluar rumah karena suatu urusan. Ah saya jadi senang bisa menyambut suami dengan kondisi yang optimal πŸ˜€

Yang paling bikin surprise ya, Aa pulang bawa hadiah buat sayaaa πŸ˜€ Yeay! Beliau bawa 3 kerudung yang selama ini saya inginkan dan 1 gamis sebagai setelan salah satu kerudung itu… Terus ya, yang tak kalah menggembirakan buat saya, beliau bawa banyak buku baruuu ^^a

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s