Separuh Syahadat

Aku akhir-akhir ini sering mendengar orang yang mengatakan bahwa Atheis itu lebih baik dari pada yang beragama lain (selain Islam). Aku tidak paham sih awalnya kenapa begitu?

Dalam Islam sih posisi ahlul kitab lebih diberi ‘tempat’ dibanding yang lain. Misalnya, muslim boleh memakan makanan hasil sembelihan ahlul kitab atau contoh lainnya, pria muslim boleh menikahi wanita ahlul kitab dengan beberapa syarat. Nah, kalau atheis? Ini yang membingungkan.

Entah ini lelucon atau bisa diterima oleh ajaran Islam yang benar, bagi saya ini menarik untuk diketahui alasannya. Saya tidak tahu siapa yang pertama mengucapkannya. Yang saya tahu Ahmed Deedat pernah mengatakan dengan uangkapan serupa.

Ahmed Deedat mengucapkan, “Selamat!” ketika beliau mengetahui orang yang mengajaknya dialog adalah orang atheis.

Kenapa?

Itu karena orang Atheis sudah meyakini “separuh” isi syahadat, “Laa ilaaha…”. Nah, berarti tinggal separuh sisanya kan, “… illallaah.” 😀

Coba, bayangkan kepercayaan orang-orang Hindu atau orang-orang Majusi, misalnya. (Saya tidak berani mengambil contoh ahlul kitab, Nasrani dan Yahudi) Mereka bahkan belum bisa menghilangkan keyakinan akan yang mereka anggap Tuhan itu. Kata Dr. Zakir Naik, orang atheis berarti mau berpikir. Rata-rata mungkin yang atheis kebanyakan orang tuanya bukan atheis. Tidak seperti Majusi, Hindu, Nasrani, dan Yahudi, yang biasanya mereka meyakini agamanya itu karena keturunan atau terima jadi. Maka, orang atheis diberi ucapan selamat karena tinggal yang separuh sisanya dari syahadat yang mereka perlu yakini dan ikrarkan. ^^a

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s