Antara Lugas dan Puitis :’)

roti cinta

Hihi… diam-diam aku membaca setiap tulisanmu yang sifatnya lebih pribadi. Ya tentu karena aku ingin tahu apa isi hatimu… adakah dirimu memendam perasaan kecewa kepadaku? Aku tentu harus memperbaikinya. Aku juga penasaran apakah dirimu betul-betul mencintaiku? Apakah dirimu pun bersyukur telah hidup bersamaku? Ini yang ingin aku ulik dari tulisan-tulisanmu 🙂

Aku hanya takut kau tidak bahagia, suamiku 😥

Aku minta maaf jika banyak melakukan kesalahan… 😥

Aku pun membuka satu-persatu tulisanmu di laptopmu. Tahukah kamu apa yang aku rasakan ketika aku membaca tulisan-tulisanmu? Aku seperti jatuh cinta lagi… 🙂 “Ternyata aku tidak salah pilih suami.” Itulah kalimat yang sering aku gumamkan ketika aku berusaha masuk ke ‘duniamu’.

Bahasamu tertutur lembut. Aku suka membaca tulisan-tulisan refleksimu 🙂 Kau begitu haus dan rindu bisa khusyuk mendekatkan diri kepada Allah. Aku pun tidak salah tebak bahwa dirimu ini benar-benar visioner. Sering sekali kau menulis mimpi-mimpimu dan rencana hidupmu, lalu kau mengevaluasinya. Aku suka bagian dirimu yang seperti itu.

Ketika kau menulis, bahasamu sungguh puitis dan romantis. Tapi lucunya kau begitu lugas jika berbicara langsung kepadaku hihi 😀

Ketika sampai pada tulisanmu yang berjudul Refleksi 2014, aku pun melihat kau mulai membicarakanku.

Lalu bulir-bulir bening mengalir di pipiku. Rasanya tak tertahankan lagi… Apa yang kau inginkan dariku ternyata tidak pernah kau sembunyikan. Kau selalu mengutarakan keinginanmu terhadapku dengan langsung berbicara kepadaku. Tak kusangka, isi tulisanmu berisi pujian-pujian terhadapku. 😥

Ah suamiku, apalah aku ini… Jauh rasanya diri ini dari label wanita dambaan pria. Namun, kau terlihat sungguh tulus mengungkapkan rasa cintamu kepadaku melalui tulisan-tulisanmu lebih detail dari apa yang kau biasanya ucapkan kepadaku langsung.

Kau tidak seperti orang lain yang suka mengumbar perasaan di depan umum yang bisa saja tidak lepas dari maksud-maksud duniawi. Aku pun sempat terjebak dalam hal itu 😥

Kau biasanya tidak pernah enggan mengungkapkan rasa cintamu dan rasa sayangmu kepadaku dengan lugas sambil senyum menyeringai 🙂 Kau pun sangat sering memanggilku atau memujiku dengan istilah “sayang”, “cantik”, “manis”, dan lain-lain. Namun, itu ungkapan secara umum saja. Di tulisanmu itu, kau sungguh berbeda… Membuatku terharu. Sangat terharu…

Kau benar-benar mengungkapkan rasa syukur dan rasa sayangmu kepadaku lebih detail lagi… Dengan bahasamu yang lembut yang mungkin akan terlihat aneh jika kau langsung mengungkapkannya kepadaku hihi.. ^^

Terima kasih, sayang… Kau telah menerimaku apa adanya. Semoga cinta kita terus bersemi indah hingga Allah memasangkan kita kembali di surga-Nya Firdaus dan semoga Allah jauhkan kita dari api neraka… Semoga rumah tangga kita diberkahi Allah, itu yang terpenting, dan kita segera dikaruniakan keturunan-keturunan yang menyejukkan mata dan jiwa karena ketaqwaan mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s