Lari dari Apa? (Tadabbur At-Taubah: 118)

beautiful_scenery-1564507

Bahasa Al-Quran itu sangat indah ya…

ﻭَ ﻇَﻨّﻮْﺍ ﺍَﻥْ ﻻ ﻣَﻠْﺠَﺄَ ﻣِﻦَ ﷲِ ﺍِﻼ ﺍِﻟَﻴْﻪ

Kalau di mushaf terjemahan Depag, itu artinya: “dan mereka mengira/mengetahui bahwa tidak ada ‘tempat berlari’ dari (siksaan) Allah, melainkan kepada-Nya saja.”

Makna asal dari “malja-a” adalah tempat berlindung.

Berlari dari Allah utk mencari tempat perlindungan? Berlari dari apa? Maka, depag menafsirkan bahwa maksudnya berlari dari siksaan Allah. Hmm… menarik… Tapi adakah yang dimaksud itu mungkin juga selain siksaan? Wallaahu a’lam 🙂

Melihat fenomena yang ada saja, banyak orang yang hatinya cenderung kepada dunia dan lupa akan akhirat. Mereka lupa akan kematian. >_< Mereka sering mencari kebahagiaan dan ketenangan jiwa dengan terus mengejar dunia. Yang fasilitas hidupnya belum lengkap, ia berusaha keras agar melengkapi fasilitasnya. Yang blm memperoleh popularitas dan pengakuan, entah itu karena gelar pendidikan, hasil usaha yang sukses, atau bahkan jam terbang yang sudah cukup banyak, ia akan terus mengejar itu semua yang melalaikan dari mengingat Allah. (Bagaimana tidak melalaikan? Yang dikejar itu popularitas walaupun yang terlihat dari luar itu adalah suatu karya nyata yang bermanfaat. Astaghfirullaah…) Yang belum punya pasangan hidup, sekeras mungkin jaga sikap, jaga imej, dan tebar pesona agar dilirik oleh lawan jenisnya. Itu semua utk mencari kebahgiaan dan ketenangan jiwa. Parameter kebahagiaannya adalah dunia. T_T

Kembali kepada ayat di atas. Tidak ada tempat berlindung dari Allah kecuali hanya kepada-Nya. Ini sungguh menarik. Manusia mencari tempat berlindung utk menghindari Allah, tapi yang dicari sebenarnya ada pada Allah. Manusia ‘menghindari’ Allah untuk mencari kesenangan yang dianggap akan memberikannya kebahagiaan. Ya, menghindari Allah karena dengan beribadah kepada-Nya hanya mengganggu kesenangannya itu. Padahal kesenangannya itu hanya akan membuatnya lalai yang selanjutnya akan membuatnya gelisah dan tidak siap ketika Allah memberikannya cobaan. Emosi menjadi tidak stabil karena kurang mengingat Allah. Mencari kebahagiaan dengan menjauh dari Allah ternyata hanya menjauhkan diri dari kebahagiaan yang dicari. Mengapa? Itu karena kebahagiaan hakiki hanya didapatkan dengan mendekatkan diri kepada Allah. Rahmat Allah yang membuat kita bahagia. Cinta-Nya yang akan membuat kita bahagia. Dia Maha Pembolak-Balik Hati. Dialah Sang Penguasa Hati. Bahagia itu letaknya di hati. Maka kita seharusnya serahkan itu semua kepada Allah. Mencari kebahagiaan itu ya kepada Allah. Ini yg sering dilupakan manusia. T_T

Semoga Allah mengampuni kita ya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s