Perjuangan Semu :'(

sia sia

Mungkin terkadang kita mengira tidak mungkin seorang manusia “berlelah-lelah” hanya untuk riya’ atau karena di sana ada niat yang tulus, tetapi sayangnya tercampur niat yang buruk sehingga dirinya “merasa” melakukan semua kebajikan dengan ikhlas karena mengabaikan terselipnya niat buruk yang telah menodainya. Mungkin “terkadang” juga kita berpikir mengenai apa yang baru saja kita lakukan, “Ah itu tadi mah bukan riya’. Masa’ cuma karena riya’ sampai bersusah-payah dan berjuang menghabiskan waktu, pikiran, dan tenaga. Niatnya baik kok…”

Masih ingatkah siapa yang diadzab Allah pertama kali? Ada 3 golongan. Mereka diadzab karena telah memanfaatkan nikmat Allah dengan riya’. Memang, apa sih yang mereka lakukan? Mereka berjihad hingga nyawanya dikorbankan, mereka membaca dan mengajarkan (ilmu) Al-Quran hingga waktu dan pikiran banyak dikorbankan, dan terakhir mereka adalah golongan yang terbiasa berinfak dengan mengorbankan harta mereka. (Sumber: HR Muslim: 1905)

Mereka bersusah-payah untuk riya’…

“Wujuuhuy-yaumaidzin khaasyi’ah. ‘Aamilatun-naashibah. Tashlaa naaran haamiyah.” (Ada wajah-wajah pada hari itu tertunduk.(Karena) bekerja keras lagi kepayahan. Mereka memasuki Neraka Haamiyah.)

Tidak perlu heran jika ada seseorang memperoleh popularitas karena amalan baiknya… Allah sudah mengatakan akan memberikan apa yang ia inginkan, yakni popularitas, pujian, atau penghormatan.

مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللَّهُ بِهِ وَمَنْ يُرَائِي يُرَائِي اللَّهُ بِهِ

“Barangsiapa yang memperdengarkan (sum’ah), maka Allah akan memperdengarkan tentangnya, dan barangsiapa yang memperlihatkan (riyaa’) maka Allah akan memperlihatkan tentang dia” (HR Al-Bukhari no 6499)

Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan bahwasanya di antara tafsiran dari hadits ini adalah bahwasanya makna dari ((Allah memperdengarkan tentangnya)) adalah barangsiapa yang beramal dengan maksud untuk meraih kedudukan dan kehormatan di masyarakat dan bukan karena mengharap wajah Allah maka Allah akan menjadikan dia bahan pembicaraan di antara orang-orang yang ia ingin dihormati oleh mereka. Akan tetapi ia tidak akan mendapatkan pahala di akhirat. (lihat Fathul Baari 11/336-337)

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لا يُبْخَسُونَ (١٥)أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٦)

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan (QS Huud : 15-16).

(sumber: firanda.com)

Maka, wahai para aktivis dakwah di mana pun khususnya, terutama di kampus, di saat-saat kalian mencari jati diri kalian, mencari tempat untuk aktualisasi diri, dan bahkan mencari jodoh mungkin, renungilah pesan ini. Apalagi yang telah lulus kuliah, kita akan menemukan berbagai macam kondisi unik dan menyulitkan kita untuk istiqamah 😥

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s