Leganya :’)

Alhamdulillaah semua telah usai, semua yang selalu menggelayut di dalam kepalaku, semua yang menyempitkan hatiku, dan semua yang pernah jadi beban hidupku yang berkepanjangan.

Semua telah lepas dariku, in sya Allah :’)

Mahasuci Engkau ya Allah yang tiada mungkin tersemat kelemahan. Doaku terkabulkan. Masalah ini, antara aku dan dia temanku seorang akhwat, telah usai. Alhamdulillaah.

Sudah kuduga. Masalah ini harus kami sendiri yang menyelesaikan tanpa perlu perantara. Ini agar aib kami tidak menyebar luas.

Terkadang banyak yang memilih untuk diam atau saling mendiamkan. Ini tidak baik bagi psikologi masing-masing. Jika masalah tersebut bisa langsung segera dilupakan sih tidak apa-apa ya… Tapi bagaimana jika sulit dilupakan? mau tidak mau harus bertemu, baik tatap muka maupun saling kontak via tulisan cepat sampai/chatting.

Selanjutnya, masing-masing pihak harus terbuka dan meluruskan tujuan, yakni memperbaiki hubungan agar bisa seperti sedia kala. Jika ada rasa tidak suka, harus diungkapkan. Jika ada prasangka, harus diminta klarifikasinya. Tidak bisa tidak. Dari sana akan banyak pelajaran. Yang terbukti bersalah harus mau minta maaf.

Alhamdulillaah. Pada kasus kami, kami tidak segan untuk mengakui kesalahan kami masing-masing dan saling minta maaf serta memaafkan. Indahnya… 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s