Keteguhan Hatimu :’)

pohon3

Selama ini kita cukup merasakan manis pahitnya hidup, sayang…

Aku ingat betul saat kita berkali-kali dizhalimi orang lain. Huff aku mudah sekali ya menyebut istilah “dizhalimi” 😐

Apa sih maksudnya? Pernah kita tinggal di Pelesiran. Kami berencana memang cuma sementara di sana. Lalu, suami mencari kontrakan baru yang akan kami tempati selanjutnya. Katanya ada yang murah tapi bagus (layak). Awalnya kami ingin pindah kontrakan sebelum aku wisuda, tetapi ternyata deadline pekerjaan kami–karena saat itu kami sedang ada proyek–kami pun menunda pindahan. Aku pun bilang kepada yang punya kontrakan bahwa kami ingin menunda pindahan.

Waktu ditanya, kapan mau pindahan? Aku pun menyebutkan tanggalnya sesuai dengan yang kita rencanakan. Ternyata si ibu sudah dihubungi oleh orang yang mau menempati kontrakan kita saat itu. Aku pun diwanti-wanti agar segera siap-siap untuk pindah.

Tapi, aku lupa tanggal berapa aku menjanjikan. Jadilah aku masih santai-santai toh rumah kontrakan barunya sudah kami tag. Namun, tiba-tiba si ibu bilang kami besok harus sudah pindah. lalu aku menghubungi suamiku. Ternyata yang jadi agen rumah baru yang akan kita tempati–teman kerja suami–sedang ada musibah, anaknya akan dioperasi sehingga sulit dihubungi.

Aku pun bilang ke ibu yang punya kontrakan bahwa kondisinya masih sulit untuk pindah saat itu. Aku meminta si ibu untuk mengizinkan kami tinggal di sana beberapa hari lagi sampai kondisinya memungkinkan. Ternyata tidak bisa sama sekali. Suamiku pun mendatangi temannya di rumah sakit tempat anaknya dirawat. Suamiku sampai malam menunggu di sana. Aku pun sudah khawatir dan tumpahlah air mataku karena aku diwanti-wanti terus sama si ibu kontrakan. Hari itu sudah malam, bayangkan. Aku memohon kepada si ibu untuk dibolehkan tinggal satu malam lagi karena waktunya tidak memungkinkan, suamiku belum pulang, tetapi mobil baknya yang akan mengangkut barang-barang sudah datang. Aku kebingungan sambil berlinangan air mata. Aku mondar-mandir di jam 9 malam. Suamiku belum pulang. Aku pun minta tolong kepada ibu kontrakan untuk mengizinkan kami semalam saja dan paginya langsung pindahan.

Alhamdulillaah kami diizinkan. Fyuuh… Suamiku pun baru pulang jam 10 malam. Akhirnya kami istirahat dulu di kontrakan yang lama.

Paginya sesuai dengan kesepakatan, kami buru-buru pindah jam 7 sudah berangkat. Si ibu sampai minta maaf karena terkesan memaksa. Ya. Kami paham. Ini bukan kontrakan kami juga kan…

Kami pun berangkat. Ternyata ujian belum berakhir. Sampai sana, rumah kontrakan yang baru, tiba-tiba ternyata rumahnya tidak kosong. Ada orang (keluarga) yang baru datang semalam menempati rumah tersebut. Kami kaget bukan kepalang karena kami sudah membayar uang mukanya.

Ternyata terjadi miskomunikasi. Karena kami menunda terlalu lama, kira-kira 2 bulanan sejak uang muka dibayarkan, kami dianggap tidak jadi mengontrak.

Huh, logika macam apa itu? Hatiku bergumam. Kami sudah membayar uang muka. Tidak bisa begitu dong ya… Suamiku dan temanku melobi-lobi yang menjaga rumah, tetap tidak ada win-win solution. Akhirnya kami mengalah. Ada yang mengganjal dalam hatiku. Rasanya sesak di dalam dada, ke mana lagi kami akan pindah? Mencari kontrakan yang lain saat itu juga?

Tapi aneh, suamiku di wajahnya tidak ada raut muka yang mengekspresikan kekesalan. Aku bilang ke suamiku, ini gak bisa. Kita kan sudah membayar uang muka lebih dahulu. Harusnya mereka dong yang pergi dari sana.

Ya begitulah suamiku. Dia tidak suka ribut dan hatinya begitu teguh untuk mengalah. Uangnya dikembalikan pastinya.

Ya sudah lah… mau diapakan lagi? Suamiku bersama teman kerjanya akhirnya mulai mencari kontrakan yang lain dengan motor milik temannya itu. Keliling-keliling Sadang Serang, tetapi kami tidak menemukan juga yang bisa kami kontrak perbulan. Hari sudah menjelang siang.

Suamiku berangkat, aku pun sarapan terlebih dahulu dan aku ke Masjid Salman. Di sana aku lagi-lagi meneteskan air mata. Semoga suamiku mendapat kontrakan baru hari itu. Jika tidak ditemukan hari itu juga, mau di mana kami tinggal?

Aku tunggu suamiku sampai sore di Salman. Suamiku belum kunjung datang. Ketika maghrib tiba, suamiku baru datang, alhamdulillaah kami menemukan kontrakan kosong yang bisa kami kontrak.

Suamiku bilang kepadaku, kita di sana sebentar aja sambil kita cari lagi yang lebih luas dan harganya terjangkau. Ya kami pun bisa bermalam di kontrakan mungil berupa studio atau kamar yang kamar mandinya di dalam. Lebih tepat dikatakan kos-kosan daripada kontrakan. Tapi alhamdulillaah kami bisa tidur dengan lebih nyaman. Rasanya lelah sekali hari itu.

———————————————————————————————————————————————

Keteguhan hatimu itu yang kumaksud adalah ketika kamu mau dengan besar hati mengalah walaupun kamu sedang dizhalimi orang lain. Apalagi jika aku tetap bisa tersenyum, itu akan sangat menguatkanmu. Iya kan sayang? 🙂 Tapi, karakterku sungguh berbeda denganmu pada masalah yang satu ini. Aku itu paling gak bisa dizhalimi “sedikit pun”. Maka dari itu, selama ini perasaanku mudah kacau jika aku dizhalimi sedikit saja. Itulah indahnya ikatan pernikahan. Aku sulit bersikap seperti itu, untungnya dirimu mendampingi hidupku untuk saling melengkapi, sayang 🙂 Aku harus banyak belajar dari keteguhan hatimu.

Ini bukan terjadi sekali. Tetapi bahkan berkali-kali. Dirimu pasti mau selalu mengalah walaupun aku sudah bilang, “Ini gak bisa. Kita sudah begini… Kita kan sudah begitu…” atau “Kan dia duluan yang begini… begitu…” Suamiku tetap memilih untuk mengalah.

🙂 Suamiku-suamiku… Dirimu memang melengkapi hidupku. Menyempurnakan kekuranganku. Maafkan aku selama ini jika menyusahkanmu ya… 😐

saling-melengkapi-300x204

Advertisements

2 thoughts on “Keteguhan Hatimu :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s