Bolehkah Aku Berterima Kasih?

embun

Manusia itu tidak pernah lepas dari dosa. Namun, aku ingin mengambil hikmah dari semua yg telah terjadi. Ada jamuan Allah di saat penyesalan itu datang. Penyesalan yg amat dalam. Bahkan seseorang bisa sampai mengutuk dirinya sendiri, mencela-cela dirinya sendiri krn dosa yg telah ia perbuat. Pahit rasanya ketika mengingat dosa, tetapi anehnya saat itu adalah momen-momen yg paling saya sukai. Pahit diingat krn telah merasa bodoh dan lemah menghadapi semua ujian yg Allah berikan. Pahit rasanya krn telah merasa ceroboh mengambil keputusan ketika diberikan banyak pilihan. Akan tetapi, ketika penyesalan itu datang dg hebatnya, justru di sanalah aku menemui ketenangan jiwa. :’)

Ya… perjalanan hidup yg penuh lika-liku, naik dan turun, semua itu pasti banyak hikmahnya. Bukankah Allah mencintai orang-orang yg senang mensucikan jiwanya? Bukankah pula Allah mencintai orang-orang yg bertaubat? Bukankah Allah suka melihat hamba-Nya mengiba-iba hanya kepada-Nya? :’)

Terkadang banyak orang tertipu dg amalan yg nampak. Padahal jika apa yg terlihat buruk itu belum tentu buruk pada “akhirnya” dan yg terlihat baik pun tidak menjamin akan terus baik pada “akhirnya” Allah Mahateliti. Allah yg lebih tau timbangannya. Allah yg berhak menilai hamba-hamba-Nya. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan agar kita diberikan akhir yg baik.

Rahmat Allah lebih luas dari murka-Nya :’) Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah. Maka, pada akhirnya bolehkah kutukan dan celaan kepada diri sendiri itu berubah menjadi secumut rasa terima kasih? 😐

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s