Leganya :’)

Alhamdulillaah semua telah usai, semua yang selalu menggelayut di dalam kepalaku, semua yang menyempitkan hatiku, dan semua yang pernah jadi beban hidupku yang berkepanjangan.

Semua telah lepas dariku, in sya Allah :’)

Mahasuci Engkau ya Allah yang tiada mungkin tersemat kelemahan. Doaku terkabulkan. Masalah ini, antara aku dan dia temanku seorang akhwat, telah usai. Alhamdulillaah.

Sudah kuduga. Masalah ini harus kami sendiri yang menyelesaikan tanpa perlu perantara. Ini agar aib kami tidak menyebar luas.

Terkadang banyak yang memilih untuk diam atau saling mendiamkan. Ini tidak baik bagi psikologi masing-masing. Jika masalah tersebut bisa langsung segera dilupakan sih tidak apa-apa ya… Tapi bagaimana jika sulit dilupakan? mau tidak mau harus bertemu, baik tatap muka maupun saling kontak via tulisan cepat sampai/chatting.

Selanjutnya, masing-masing pihak harus terbuka dan meluruskan tujuan, yakni memperbaiki hubungan agar bisa seperti sedia kala. Jika ada rasa tidak suka, harus diungkapkan. Jika ada prasangka, harus diminta klarifikasinya. Tidak bisa tidak. Dari sana akan banyak pelajaran. Yang terbukti bersalah harus mau minta maaf.

Alhamdulillaah. Pada kasus kami, kami tidak segan untuk mengakui kesalahan kami masing-masing dan saling minta maaf serta memaafkan. Indahnya… 😀

“Mereka” Itu HIdup

This gallery contains 1 photo.

Saya selalu ingat bahwa ayat-ayat Al-Quran itu hidup dan senantiasa menunjukkan mu’jizatnya, baik kepada yang membacanya, menuliskannya/menyalinnya (khat), maupun kepada yang mendengarnya. Itulah Al-Quran dengan penuh kemu’jizatan sebagai bacaan (Al-Qur-aan, Al-Kitaab, Adz-Dzikr, dan Al-Furqaan). Dalam terjemahan Al-Quran, disebutkan, “Sesungguhnya orang-orang … Continue reading