Aku sulit melupakan ini :'(

Aku…

Aku menyadari sesuatu. Ternyata selama ini aku mudah terpengaruh lingkungan sekitarku.

Akhir-akhir ini aku mengalami kelabilan emosi. Hati ini sesungguhnya ingin marah dan berteriak kepada seseorang.

 

Setiap aku melihat gelagatnya yang aneh, aku langsung teringat masa lalu dan aku ingin marah kepada dia yang selalu angkuh di depanku. Aku tidak bisa melupakan kejadian detail saat dia seperti itu. Yang selalu terngiang di kepalaku adalah ketika aku menanyakan nomor kontak seorang ustadz yang akhir-akhir ini dia kenali karena ada yang ingin belajar bahasa Arab kepada ustadz tersebut. Tidak ada jawaban. Berkali-kali aku coba menanyakan lewat sms, tidak dibalas. Hingga aku punya ide ngetes dengan topik yang lain, tiba-tiba dia baru membalas. Hellooo, dari kemarin kenapa sms-ku gak dibalas??? Aku pun menduga, dia mengira akulah yang ingin belajar bahasa Arab dan…. dia tidak suka itu. Dia tidak ingin aku belajar bahasa Arab. Dia tidak suka jika aku bisa bahasa Arab. Apa buktinya? Dia yang selama ini tidak pernah tebersit untuk serius belajar bahasa Arab, tiba-tiba pada suatu kesempatan di mana aku dan dia menghadiri majlis sang ustadz, di akhir majlis, dia berbicara bersama seorang temannya kepada sang ustadz. Ketika aku tanya temannya apa yang baru saja mereka bicarakan kepada ustadz, ternyata…. Ternyata tiba-tiba dia ingin belajar bahasa Arab dengan sang ustadz tersebut sebelum dia menggubris permohonanku kepadanya melalui sms… 😥 Lihat! Lihat perlakuan buruknya kepadaku! 😥 😥 😥 Padahal ya, aku lebih dahulu kenal sang ustadz daripada dia 😥 Cuma karena dia mau menulis buku dan dikoreksi sama sang ustadz, lalu dia telah dikenal orang banyak bahwa dia kenal dan dekat dengan sang ustadz, sang ustadz juga telah mengenalnya, lalu dia merasa boleh memperlakukan aku seperti itu? Dia dengki kepadaku jikalau aku bisa bahasa Arab. Dia ingin mencegahku bisa belajar bahasa Arab kepada sang ustadz. Aku gak nyangka di dunia ini di lingkungan sekitarku ada orang munafik kayak begitu 😥 😥 😥 Sungguh… aku gak bisa melupakannya… KAMU harus minta maaf kepadaku dengan tulus kalau ingin aku bisa melupakan kesalahanmu 😥

 

Aku ketika menghadiri majlis sang ustadz, aku tidak pernah melupakannya. Aku selalu menanyakan ke mana dia saat itu jika dia belum hadir di majlis itu. Aku masih menganggapnya salah satu dari teman-temanku. Aku masih menganggapnya seorang teman. Tapi…. sungguh aku kecewa berat ketika suatu saat aku dan dia sedang duduk di tempat yang sama menunggu majlis sang ustadz dimulai, aku mengobrol dengan temanku yang lain, dia pun mengobrol dengan temannya. Aku keasyikan mengobrol dengan temanku itu sampai-sampai aku tidak melihat jam. Hingga aku tersadar dia pergi meninggalkan aku, mendahului aku menghadiri majlis sang ustadz, tanpa mengingatkan aku. Ya Allah kenapa aku punya teman yang kayak gitu dengkinya kepadaku? Aku yakin dia sengaja tidak mengajakku bersama-sama datang ke majlis. Kenapa coba? Ya pasti karena dia tidak ingin aku dapat ilmu dari sang ustadz. Aku dianggapnya bukan teman lagi, tapi SAINGANNYA kali…

 

Apa sih yang dia inginkan? Penilaian makhluk? Seharusnya kan kita tidak perlu risau akan penilaian makhluk. Misalkan, dia mendengar aku dipuji oleh orang lain karena ilmuku, lalu apakah itu menjamin derajatku di hadapan Allah lebih tinggi daripada derajatnya? Kan tidak… Walaupun tidak ada muslim yang tidak ingin memperoleh derajat yang tinggi di hadapan Allah. Tapi seharusnya kita kan fokus aja sama penilaian Allah. Huff… sulit memang jika hati mulai berpenyakit. Aku pun tidak bersih dari penyakit hati.

 

Selama ini pun aku jadi menyimpulkan juga bahwa dia tidak suka untuk mengakui bahwa dirinya telah terinspirasi olehku, baik perkataanku atau perbuatanku. Aku pernah menceritakan kepadanya betapa berkarismanya ustadz Bachtiar Nasir yang saat itu dia tidak tahu apa-apa tentang ustadz Bachtiar Nasir. Hingga pada suatu saat di Masjid Salman, Gamais mengundang ustadz Bachtiar Nasir, lalu aku ikut mengumumkan dan menyebarkan infonya. Seperti biasa, dia mah pasti pura-pura tidak membaca postinganku. Dia diam saja di saat orang lain pada heboh nanyain siapa ustadz itu. Eh taunya, di hari-H, lucunya 😀 dia datang setelah aku datang, dia duduk beberapa baris di belakangku. Aku duduk paling depan karena sang pembicara ustadz bachtiar nasir adalah salah satu ustadz yang aku hormati. Terlebih lagi, moderatornya adalah suamiku. Lucunya, setelah acaranya selesai, biasa lah kita saling menyapa, lalu aku melihatnya. Apa yang terjadi? Dia pura-pura tidak melihatku. Cipika-cipiki. Hingga pada akhirnya teman di sampingku menyapanya, tetap saja dia menghindar kontak mata denganku. Aku pun berusaha mencoba menyapanya dan memanggilnya… entahlah sepertinya aku sengaja dihindarinya. Kenapa coba? KENAPA? 😥 Apa benar kamu itu GENGSI kalau mengakui bahwa aku telah menjadi jalan kamu memperoleh inspirasi? Berarti benar kan kamu itu dengki sama aku? Kamu gak mau derajatku lebih tinggi di mata manusia? Kamu pasti ingin terlihat paling keren di mata manusia…

 

Ya Allah… aku tidak mau ketemu dia lagi sebelum dia minta maaf kepadaku… 😥 Ya Allah, aku capek kalau melihat gelagat anehnya… Aku sudah berkali-kali mencoba husnuzhan dan memperbaiki hubungan dengannya gak pernah berhasil karena wataknya GENGSIAN.

 

Di saat orang lain tidak paham perasaanku, justru yang paling paham persaanku adalah orang yang dekat dengannya dan dihormati olehnya. Engkau tau ya Allah aku sampai menghubungi sahabatnya (orang yang dia anggap dekat dan dia hormati itu) untuk memperbaiki hubunganku dengannya. Beliau mengiyakan bahwa watak dia itu gengsian.

 

Orang lain gak ada yang bisa memahami perasaanku kecuali beliau, yang justru beliau adalah orang yang paling dia hormati. Aku tidak menyebutkan namanya selain kepada beliau karena aku serius ingin dibantu oleh beliau. Seandainya beliau tau masalah ini belum juga beres, beliau pasti sedih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s