Kenapa aku sulit memaafkan?

Huu huu… aku ini sekalinya benci sama seseorang, susah melupakan sikap keterlaluan orang itu kepadaku 😥

Biasanya, orang yang membuatku membencinya adalah orang-orang yang sering menunjukkan sikap kedengkiannya kepadaku, tapi yang kena buruknya “cuma” aku. Ya, dia terlihat baik kepada orang lain selain aku. Jadi, aku benci seseorang karena dia benci sama aku karena “hanya” kedengkiannya.

Huaaa… jujur, aku menyesal telah pernah berkenalan dengannya.

Aku sebeeel banget huu huu…

Dia itu ya, di mataku seperti orang munafik. Salah aku apa coba? Aku dijauhin gitu aja… Usut punya usut, aku malah mendeteksi sikap anehnya justru selalu bertepatan ketika aku memperoleh kebahagiaan, setelah aku memperoleh ilmu, setelah dia tau aku punya skill, setelah aku baru saja memperoleh penghargaan, atau bahkan ketika pernikahanku telah dekat, dll.

😦

Tau gak sih, orang kayak gitu malah tambah gak kupeduliin. Biarin aja dia semakin dengki dengan dia tau kelebihanku dan bentuk kebahagiaanku yang lain. Hehe… Aku jahat ya malah manas-manasin? Itu karena dia duluan yang jahat sama aku…

Inilah yang aku sebut dengan “sulit memaafkan” 😥 Sekalinya aku kesal, SELAMA DIA BELUM MAU MINTA MAAF KEPADAKU, aku sulit memaafkannya dengan INISIATIF.

Aku sekarang sedang marah?

YA, AKU SEDANG MARAH KEPADANYA. Apalagi kalau dia ikut-ikutan apa yang aku lakukan dengan perubahan sedikit karena dia ingin menunjukkan kehebatannya agar dikatakan dia itu tidak kalah.

Aku suuzhan? Aku suuzhan setelah berkali-kali memperbaiki hubunganku dengannya tapi tidak pernah berhasil. Yaaa… karena emang wataknya yang buruk. Orang lain emang ga ada yang tau. Aku tahu keburukannya. Dia itu tidak pernah suka kalau aku menandinginya. Dia angkuh menyombongkan apa yang dia punya di depanku padahal faktanya tidak ada tuh yang bisa sombongkan.

Huff… aku capek ngeliat gelagatnya.

Tau gak sih, aku sebenarnya gak mau liat dia lagi… Aku udah terlalu kecewa kepadanya. Ini semua karena dia duluan yang memulai. DIA TIDAK PERNAH MAU MINTA MAAF KEPADAKU DENGAN TULUS. Aku pikir, aku ngapain ya berharap perubahan sikap darinya? Watak orangnya aja kayak gitu GENGSIAN. Dia mah pasti merasa turun derajatnya kalau minta maaf dengan tulus.

Apaan tuh bisanya minta maaf kalau aku yang “nagih”. Kalau aku nanya, “Ada apa sih sikapmu selama ini kok gak ngenakin banget?” Baru deh dia minta maaf dengan bahasa terpaksa. “Maaf ya kalau ada yang gak berkenan… (pake emoticon senyum bukan emoticon sedih).” Hey… Bahasamu itu sangat kaku. Terlihat terpaksa. Tulus gak sih minta maaf? Jadi, selama ini aku dianggap apa sama kamu? Bener ya kamu selama ini emang selalu merendahkan aku?

Orang kayak kamu bagusnya dicuekin sih ya… Akunya aja yang terlalu banyak berharap. *kesal

Sudah cukup 😥 aku gak mau liat kamu lagi… 😥 sebelum kamu tulus minta maaf. Kamu sadar gak sih kesalahanmu di mana? Aku yakin kamu itu antara sadar dan gak sadar. Kamu gak sadar kalau kamu dengki sama aku. Atau kamu gak pernah mau jujur sama diri sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s