Yang Pahit, Tetapi Begitu Terasa Menenangkan

tear

Ada yang aneh memang dalam diriku. Tahukah kamu di mana anehnya?

Seperti judul tulisan ini. Rasanya aku ingin mengeluarkan semua uneg-uneg dalam benakku tentang”nya”.

Aku bukan hendak membeberkan aibku. Aku hanya butuh sedikit mengeluarkan apa yang selama ini aku pendam.

 

Entahlah, apa ini bisa dibenarkan atau tidak.

 

Ada satu hal, tidak, bahkan banyak hal yang selalu mengganggu pikiranku selama ini.

Kubuka lembaran-lembaran masa lalu, tidak terlalu jauh dari saat ini. Lembaran yang sangat kelam.

Ya, bagiku sangat kelam… Sangaaat kelam …>_<…

Tidak ada yang mengetahuinya selain orang-orang terdekatku. Namun, tidak ada yang lebih tau selain hanya diriku dan Allah.

Terlalu sering aku teringat pada lembaran-lembaran kelam itu.

Ketika aku teringat, pasti aku langsung merasa terpuruk. Pahit rasanya di dada.

Sampai-sampai aku tak sanggup menahan bulir-bulir bening keluar dari sudut mataku.

Pertanyaan yang selalu aku ungkap, “Kenapa kau sampai melakukan itu, Rin?!!!!”

Isak tangis yang semakin menjadi-jadi, penyesalan yang begitu besar, sampai-sampai aku terkadang bertanya kepada Allah, “Ya Allah, kenapa kau biarkan aku melakukan itu???” 😥 😥 😥

Aku pun sadar bahwa itu adalah pertanyaan yang lancang 😥

Dalam keadaan yang seperti itu, yang aku harapkan hanya SATU, yaitu ampunan Allah.

Hanya ampunan Allah… Hanya rahmat-Nya yang kelak bisa memasukkan aku ke surga.

Aku memang tidak tahu diri. Aku yang hina ini masih begitu inginnya dimasukkan tidak hanya pinggirnya surga, tetapi benar-benar surga tertinggi, Surga Firdaus.

Tapiii… 😥 wajar kan yaa… siapa yang tahan masuk ke dalam api yang bahkan lebih panas daripada api di dunia? Kena cipratan api dari kembang api saja sakit, bukan?

Aku tak sanggup membayangkan ketika suatu saat nanti namaku dipanggil untuk diminta pertanggungjawaban di hadapan-Nya. Saat itu semua aib manusia dibuka, kecuali orang-orang tertentu yang memenuhi syarat sehingga aibnya tidak akan dibuka kelak.

Aku tak sanggup membayangkan bahwa di sana hanya ada DUA pilihan tempat. Ada surga, tetapi ada yang selain surga, yakni tempat yang begitu mengerikan, tidak main-main.

Kamu, tidak akan tahu rasanya bagaimana apa yang aku rasakan. Pahiiiit 😥 Pahit jika mengingat itu semua. Aku malu dengan pakaianku.

Yang aku harap saat ini, hanya satu. Ampunan-Mu, ya Rabb… Ampunan-Mu 😥

Bahkan aku ingin sekali segera umrah dan melaksanakan ibadah haji untuk memohon ampunan kepada-Mu, ya Rabb…

Aku berharap Engkau tidak memberikanku adzab, baik di dunia maupun di akhirat.

Aku memang orang yang lemah, lemah dalam istiqomah mengejar ridho-Mu, maka aku mohon tolonglah aku ya Allah agar senantiasa di jalan yang lurus hingga akhir hayatku.

Aku ini lemah dalam bersabar menghadapi ujian dari-Mu sehingga aku sering lalai dan jatuh ke dalam dosa. Maka, aku mohon ya Allah tolonglah aku, jagalah aku dari segala bentuk maksiat.

 

Pada akhirnya, ada yang aneh, aku merasa jiwaku lebih tenang. Semoga Engkau benar-benar telah mengampuniku, ya Rabb. Walaupun… hmm… aku teringat lagi di kemudian hari, lalu aku merasa terpuruk lagi, lalu aku mengiba-iba lagi, dan akhirnya merasa tenang lagi.

Aku… hanya takut kalau Allah tidak atau belum mengampuniku. Tapi, aku yakin, rahmat-Nya lebih luas daripada murka-Nya. Aku yakin Allah Maha Pengampun.

Apakah masa-masa kelam yang sudah berlalu itu sebagai jalanku agar aku bisa khusyuk kepada-Mu???

Bolehkah jika aku merasa bahagia di kala aku mengiba-iba memohon ampun dan pertolonganmu karena dosa yang telah aku lakukan???

 

“Dosa yang membuatku merasa butuh (kepada ampunan Allah) itu lebih aku sukai daripada ketaatan yang membuatku berbangga diri dengannya.” (terjemahan perkataan Yahya bin Mu’adz Ar-Razi)

https://praptanugrahaardiatma.wordpress.com/2012/09/13/page/3/

 

Semoga ini bukan jalan menuju keburukan, tetapi justru menuju kebaikan. Aamii…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s