Ketika di Gramedia

Suamiku hobi banget ke Gramedia. Aku pun senang main ke Gramedia. Tapi, masalahnya suamiku terlalu senang refreshing di Gramedia ^^a

Beliau cukup terhibur hanya dengan mampir ke Gramedia entah mengapa. Kalau aku sih ke Gramedia pasti jelas tujuannya, ingin membeli buku atau alat tulis. Aku tidak pernah ke Gramedia hanya baca-baca saja. Bagiku itu membosankan. ^^a

Menariknya, akhirnya hobi suami itu mulai membiasakanku untuk bernyaman-nyaman di sana walau hanya lihat-lihat buku saja atau baca-baca sekilas. Eh, salah, maksudnya ada zona Gramedia yang pasti biasanya aku datangi ketika aku mulai memasuki Gramedia menemani suami.

Apakah itu???

Hehe… mataku langsung tertuju pada zona buku-buku resep-resep masakan yang ternyata–saya baru tahu–mahal-mahal banget. Nah, saya pun berulah. Mumpung saya ada di Gramedia, saya harus mencuri ilmu para koki dan chef yang handal dalam memasak dengan betul-betul memerhatikan isi resepnya satu-persatu πŸ˜€

Bahkan ada beberapa resep yang saya foto dengan sengaja πŸ˜€ Saya ingin suatu saat bisa mempraktikannya.

Zona kedua biasanya adalah zona buku-buku make up dan fashion muslimah.

Ehem…

πŸ˜€

Maklum, saya ini udah jadi istri seseorang maka saya ingin belajar untuk menjadi secantik-cantiknya di depan suami saya πŸ™‚ Saya ingin tahu bagaimana menghias kelopak mata dengan berbagai macam eye-shadow agar mata saya bisa terlihat “makin” menarik mata suami saya (walaupun tanpa eye-shadow pun sudah menarik katanya *narsis mode: on* hihi πŸ˜› ). Saya pun ingin belajar mengenakan kerudung sekeren mungkin di hadapan suami saya.

Biarkan saja di luar sana para wanita berhias di tempat umum. Tapi saya ingin menjadi yang tercantik bagi suami saya. Begitulah seharusnya seorang istri, bukan? πŸ˜€ hehehe… entah sejak kapan saya bisa secentil ini πŸ˜€

Zona lain yang biasanya pasti saya datangi adalah zona buku-buku desain ruang dan buku arsitektur ^^ Maklum lah saya kan lulusan arsitektur. Itu tuh buat saya cuci mata. Yaaa semua buku yang saya sebutkan tadi itu untuk cuci mata dan melupakan sejenak segala penat.

Saya pun mulai menemukan pelarian ketika saya sedang sebal atau tidak mood. Salah satunya dengan buka-buka buku resep makanan, buku fashion muslimah, dan buku arsitektur ^^

Menangkap Pola

Hari demi hari kujalani hidup ini… Entahlah sebenarnya seberapa berkualitasnya waktuku selama ini di hadapan Allah? Aku takuuut πŸ˜₯ Takut pada hal yang aku sendiri enggan menyebutnya..

Pekan demi pekan, bulan demi bulan, selalu saja kutangkap ada pola yang sama… Ini mengerikan!

Pola di mana ada kalanya aku bergembira karena nikmat Allah yang melimpah, lalu ada kalanya aku menangis karena suatu hal, lalu ada kalanya nikmat yang melimpah itu melenakan, dzikir pun terlalaikan, lalu penyesalan itu datang karena nasihat-nasihat yang kuperoleh, sampai aku merasa stress karena mengingat sesuatu.

Ujian hidup pun datang berkali-kali menerpa. Mulai ujian ketabahan, ujian karena kezhaliman orang lain, ujian ketidakcocokan dengan karakter orang lain, sampai ujian yang tidak diduga-duga.

Aku takuut, aku takut pola itu terulang ke depannya πŸ˜₯ lebih takut lagi jika aku tidak sanggup melewati ujian yang Allah berikan. Lebih takut lagi ketika ujian datang justru hawa nafsuku membuncah πŸ˜₯ Aku takut hawa nafsuku tidak bisa aku kendalikan sehingga membuatku jatuh ke dalam dosa… Akuu takuuut >_<

Tidak bisakah aku semakin dewasa?

Dewasa dalam menyikapi segala ujian.

Aku tidak sanggup ya Allah jika harus melewati ujian-Mu tanpa pertolongan-Mu πŸ˜₯ πŸ˜₯ πŸ˜₯

Janganlah Kau uji aku dengan ujian yang aku tidak sanggup memikulnya sehingga aku terjatuh ke dalam dosa πŸ˜₯ A’udzubillahi mindzalik yaa Rabb…

Ingin rasanya aku berbisik memohon sesuatu kepada-Mu yaa Rabb…

Aku

Ingin

Menjadi

Ulul

Albab

yang

Mukhlash

 

“Al-Quran ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia dan supaya mereka diberi peringatan dengannya. Supaya mereka mengetahui bahwasannya Dia adalah Ilah yang Esa dan agar Ulul Albab mengambil pelajaran.” (terjemahan QS Ibrahim: 52)

“Allah menganugerahkan Al-Hikmah kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa dikaruniai hikmah, dia benar-benar telah diberi kebaikan yang banyak. Dan hanya Ulul Albab yang dapat mengambil pelajaran.” (terjemahan Al-Baqarah: 269)

“Orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan merekala Ulul Albab.” (terjemahan Az-Zumar: 18)

Pentingnya Pemahaman Konsep dalam Pendidikan Matematika: Pendapat Para Pakar (yang lain)

Pentingnya Pemahaman Konsep dalam Pendidikan Matematika: Pendapat Para Pakar (yang lain)

Ayah saya termasuk guru matematika yang menekankan konsep. Boleh lah seorang guru besar berbicara. Namun, kita juga perlu tau komentar guru besar lainnya πŸ˜€ Dalam artikel ini:Β http://www.merdeka.com/peristiwa/guru-besar-dan-pakar-matematika-ini-bicara-soal-pr-kelas-2-sd/guru-besar-matematika-nilai-buku-matematika-masih-uji-coba.html seorang Guru Besar Matematika UPI Bandung, Darhim, mengatakan bahwaΒ muatan pelajaran matematika untuk kelas … Continue reading

Ini Soal Etika dan Adab!

This gallery contains 2 photos.

Ada seorang kakak yang tidak terlalu paham tentang matematika karena dia tidak tahu-menahu tentang “ada atau tidaknya” kesepakatan mengenai makna dan cara membaca simbol X pada perkalian yang sangat terlihat dari komentarnya di Facebook. Kemudian, si kakak protes di media … Continue reading

Mengejar Target

Aku punya banyak mimpi yang ingin kuraih di dunia.

Aku berharap mimpiku itu ketika terwujud bisa menjadi ladang amal dan berbuah amal sholih sebagai bekal nanti di kehidupan yang abadi.

Menjadi orang yang banyak memberi manfaat untuk orang banyak terutama untuk keluargaku, itulah mimpiku.

Untuk itu, aku pasang banyak target.

 

Namun… πŸ˜₯

Kendalanya, aku sulit memulai.

Iya, harus aku akui aku lemah tak berdaya menghadapi kemalasanku, segala kekhawatiranku, dan lain-lain.

 

Namun, aku sadar, aku harus segera mulai. Semoga ini menjadi titik balik menuju puncak seperti kurva yang membentuk mangkuk yang aku harap kemudian kurva itu stabil.

Kestabilanku yang kumaksud adalah sikap dewasa yang semoga saja pada suatu saat nanti itu menjadi karakterku.

Qalbun salim.

Siapa yang tidak menginginkan qalbun salim?

Manusia yang memiliki qalbun salim pasti masuk surga tanpa lewat neraka.

 

Ya Allah, mudahkan aku untuk taat kepada-Mu. Istiqomahkan aku di jalan-Mu yang lurus. Bahagiakan aku di dunia dan akhirat bersama keluargaku.