“Baarakallaahu laka wa baaraka ‘alaika…”

mawar

Indahnya mengingat masa-masa mulai dari detik-detik menjelang pernikahan, kemudian saat pernikahan, hingga beberapa hari setelah pernikahan. Ada rasa dag-dig-dug di sana yang menggelayut dalam hati karena akan ada atau telah ada seseorang yang “baru” hadir menjadi bagian dari hidup ini. Sebelumnya tidak pernah terbayang rasanya memiliki pendamping hidup. Berdekatan dengan mereka yang berbeda jenis saja sudah malu. Apalagi ini yang bahkan seorang istri harus senantiasa membuat suaminya merasa nyaman berada di sampingnya. Sang istri harus menjadi sumber hiburan bagi suaminya, dan ini adalah ibadah, jelas kehalalannya.

Doa dari teman, sahabat, dan kerabat pun berdatangan, baik langsung dengan lisan maupun dengan tulisan melalui sms, pesan di facebook, bahkan di secarik kertas.

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

“Baarakallaahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khaiir.”

Artinya: Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi pernikahanmu, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.

(Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 2130), at-Tirmidzi (no. 1091), Ahmad (II/381), Ibnu Majah (no. 1905), al-Hakim (II/183) dan al-Baihaqi (VII/148), dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu)

Ada yang menarik jika kita pernah belajar bahasa Arab. Maka, kita akan mengetahui bahwa pada dasarnya, arti dari doa di atas itu kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang diksinya terbatas (tidak seperti bahasa Arab), akan sulit dicari kata yang tepat menggantikan kata dalam bahasa Arab.

“Baarakallaahu laka” artinya semoga Allah memberkahimu atau semoga Allah memberi keberkahan bagimu.

“Wa baaraka ‘alaika” artinya dan memberkahimu atau memberi keberkahan atas/kepadamu.

Pertanyaannya: bedanya apa??? ^_^

Ternyata dalam bahasa Arab (kata guru bahasa Arab saya), la (huruf lam) dalam “laka” itu berbeda maknanya dalam bahasa Arab dengan ‘ala dalam ” ‘alaika”. Kalau dalam bahasa Indonesia kan sama aja arti dari baarakallaahu laka dan baaraka ‘alaika, sama-sama artinya Allah “memberkahimu”. Kalaupun mau dibedakan menjadi yang satu artinya memberikan keberkahan “bagimu” dan yang lain artinya memberikan keberkahan “atas/kepadamu”, maka dalam bahasa Indonesia apa bedanya bagi dengan atas/kepada? Sama saja.

Nah, dalam bahasa Arab, itu berbeda. Kata la dalam “laka” itu biasa digunakan untuk yang ringan-ringan, senang-senang, atau dalam keadaan lapang, sedangkan kata ‘ala dalam ” ‘alaika” justru biasa digunakan untuk yang berat-berat, susah-suah, atau dalam keadaan sempit. Subhanallaah… Maasyaa Allaah… Rasul mengajarkan doa yang indah kepada kita. Ketika seseorang berdoa seperti itu kepada kita, berarti ia meminta kepada Allah agar Allah memberkahi kita, baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit. *nangis terharu T_T

Ya tentu kita tau, sejatinya manusia pasti Allah kasih ujian, tidak mungkin tidak. Maka salah jika ada yang mengatakan bahwa keberkahan suatu keluarga ditandai tidak adanya masalah (baca: ujian). Apakah rumah tangga Rasul bersama istri-istrinya bersih dari masalah? Tidak. Lalu, apakah rumah tangga Rasul dikatakan tidak barakah? Itu lancang namanya.

Sebenarnya terkait harfun ‘ala, bisa juga kita bahas dari nash hadits tentang negeri Syam. Menarik juga nih…

Saya ambil dari artikel ini: http://almanhaj.or.id/content/2433/slash/0/keberkahan-bumi-syam/

عَلَيْكُمْ بِالشَّامِ فَإنَّهَا صَفْوَةُ بِلَادِ اللهِ يَسْكُنُهَا خِيرَتُهُ مِنْ خَلْقِهِ..

“Beradalah kalian di Syam. Sesungguhnya ia merupakan negeri pilihan Allah, dihuni oleh makhluk pilihanNya”

(Hadits shahih li ghairihi. Lihat Shahihut-Targhib wat-Tarhib, no. 3089.)

Di sana terdapat kata ‘alaikum yang artinya berupa perintah (diperintahkan atas kamu). Sampai-sampai ketika ada seseorang ingin berpindah tempat tinggal, lalu ia bertanya kepada para ulama yang ada, ke manakah ia harus pindah, maka para ulama tersebut masing-masing menjawab, “Berangkatlah ke Syam.” Betapa Allah memberikan keberkahan pada negeri Syam sehingga Rasul pun sangat menganjurkan umatnya untuk tinggal di Syam.

Bagaimana keadaan Syam saat ini? Lihat! Syam sedang dalam tekanan penguasa kafir. Di Palestina jelas sedang dijajah Israel, lalu Suriah juga sedang dizhalimi oleh sosok mirip Firaun, yaitu Bashar al-Assad beserta militernya. Keadaan fisik Palestina dan Suriah sedang hancur-hancurnya. Namun, apakah negeri Syam sekarang tidak barakah? Kan tidak.

Dalam artikel ini, Ustadz Saiful Bahri menjelaskan tentang keberkahan negeri Syam yang mirip dengan doa untuk pengantin di atas yang saya kutip…

http://alhikmah.co/index.php/dari-pembaca/sudut-pandang/1228/dr-saiful-bahri-seharusnya-setiap-muslim-rindu-ingin-berkunjung-ke-tempat-ini

“Namun, Syam itu tidak dimonopoli satu Negara. Syam itu termasuk damaskus ,yordania, palestina, dan sekitarnya lebih luas dari yang kita bayangkan. Tafsiran lain, sebagian mufassirin pada kata Alladziina barakna haulahu berpendapat bahwa aktivitas kita di sini, ketika ingin berziarah, tertuju ke sana, ingin membebaskannya juga termasuk diberkahi.

“Syam itu memiliki beberapa mihwar, mihwar asasinya,  sentrumnya ada di Masjidil Aqsa. Fadhail (keutamaan) penduduknya, kalau ahlus Syam buruk, maka pendududuk dunia juga buruk. Namun arti baik-buruknya juga perlu ditafsirkan.”

Keberkahan negeri Syam sudah tidak perlu diragukan lagi karena sudah dijelaskan dalam Al-Quran QS Al-Isra’ ayat 1 dan hadits-hadits Rasul. Namun, keadaan Syam saat ini sedang banyak tekanan dari pihak luar hingga fisiknya hancur. Kok bisa Allah memberkahi suatu negeri, tetapi negeri itu sedang banyak masalah??? Ini berarti benar bahwa definisi barakah bukanlah bersih dari ujian, tetapi seberapa dekatnya manusia dengan Allah, apakah lebih banyak taat kepada Allah, ataukah lebih banyak maksiatnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s