Curhat Tentang Pilpres 2014: Pilih Pak Prabowo atau Golput Ya?

Jokowi-dan-PrabowoJokowiPrabowo-Subianto

Oke, saya tau sebentar lagi akan ada Pilpres. Saya milih siapa? Yang pasti bukan Pak Jokowi. NO!!!

Saya tidak pernah percaya sama politisi siapa pun itu, kecuali politisi yang jelas-jelas ISLAMIS. Bukan, BUKAN dari partai Islam yang kayak sekarang…

Saya hanya menganggap partai yang Islamis itu ya HANYA “MASYUMI”.

Huff… sekarang itu gak ada yang kayak Masyumi 😥

Jujur, kecewa sangat ketika mengetahui partai Islam tidak membentuk koalisi poros baru. Saya kecewa…

Lihatlah permainan politik yang nampak saat ini!

Siapa yang dulu membesarkan nama Jokowi lewat media? Siapa? Siapa lagi bukan Pak Prabowo.

Makanya, saya langsung memicingkan mata mengetahui Pak Anies Baswedan mengatakan bahwa beliau tidak akan memilih Prabowo karena telah menghabiskan uangnya sekian banyak hanya untuk ambisi menjadi Presiden. Sungguh kontradiktif jika beliau memang benar menyatakan hal itu.

Pak… Anda tidak perlu memakai topeng untuk pencitraan. Anda sendiri pernah berambisi ingin menjadi Presiden. Sampai-sampai Anda membuat uji kelayakan diri sendiri untuk menjadi presiden. Apakah Bapak menjamin tidak akan seperti Pak Prabowo jika Anda memiliki uang sebanyak Pak Prabowo?!

Lagi pula, dulu uanganya Pak Prabowo itu buat siapa? Kan buat menaikkan citra Pak Jokowi?

^^ makanya aneh banget ini sekarang pilpres. Inilah politik zaman sekarang (dari dulu deh kayaknya). Dulunya rekan, sekarang musuh. Dulu Pak Prabowo membesarkan nama Pak Jokowi, sekarang versusan dalam capres ^^a

Politik Islam tidak seperti itu! Politik Islam itu suci.

Itulah politik zaman sekarang! Intinya semua adalah PENCITRAAN. Apalagi Pak Jokowi. Itu jelas banget pencitraannya. Coba aja, mana sih prestasi Pak Jokowi yang digadang-gadangkan itu? Saya kok melihatnya beliau gak punya prestasi ya? Tapi namanya melejit tiba-tiba hanya karena media (yang dulu Pak Prabowo ikut membiayai) -_-

Itulah politik. Yang penting, kekuasaan diperoleh. Yang penting, dia menang. Mau pake cara apa pun juga dihalalkan.

Politik Islam tidak seperti itu. Dalam politik Islam, di sana ada keyakinan akan janji Allah. Janji Allah yang mana? Janji Allah yang memberikan kekuasaan pada orang-orang beriman dan beramal shalih.

Tidak harus sekarang berkuasa.

Politik Islam, di sana ada kesabaran. Kesabaran berada di jalan yang lurus. Tidak mudah tergoda oleh bisikan-bisikan syaithan yang dapat membelokkan prinsip.

Politik Islam itu seni. Apapun bisa dilakukan selama tidak melanggar syari’at yang telah Allah berikan.

Tidak, tidak seperti politik lainnya, entah itu demokrasi, liberal, atau sosialis. Parameter mereka adalah manusia, bukan wahyu Allah.

Maka tidak heran jika mereka para politisi demokrasi, liberal, dan sosialis, bisa jadi menghalalkan politik uang, kedaulatan di tangan rakyat, atau mau-maunya mengorbankan ideologi agar bisa berkoalisi dan berkuasa di bumi ini.

Pada awalnya, saya memang cenderung kepada Pak Prabowo. Bukan karena Pak Prabowo bagus. Tapi karena ga ada pilihan lagi selain Pak Jokowi. Saya tidak mungkin memilih Pak Jokowi. TIDAK AKAN MEMILIH. Ideologi beliau jelas BERTENTANGAN dengan ideologi saya, yaitu Politik Islam. Di belakang beliau jelas ada siapa saja yang memusuhi Islam. PKB? Hehe… Maaf ya, saya tidak menganggap PKB itu partai yang Islamis. Kalau melihat sejarahnya saja, PKB pernah terpecah jadi dua kubu. Yah.. begitulah, karena berebut kekuasaan. Itu yang saya lihat.

Intinya, saya tidak respek sama sekali sama orang-orang yang berbaju ustadz/ulama yang mendukung Pak Jokowi. Di belakang jokowi ada antek-antek Syiah dan yang saya tau juga, ada Amerika yang mendukung Jokowi. Mau dibawa ke mana ini Indonesia kalau dipimpin Jokowi? Belum lagi, Pak Jokowi ini jelas nurut banget sama Bu Megawati dan partainya, PDIP. Saya tidak rela Indonesia bakalan kayak zaman Bu Megawati. Banyak aset negara dijual seenaknya. Mana saya mau lihat siapa yang mau membela Bu Megawati? Maaf ya pembelaan Anda tidak akan saya percaya lagi.

Saya juga ingat betul itu Bu Megawati pernah mengumbar janji banyak sekali selama kampanye. Mana buktinya janji itu, adakah yang dipenuhi? Saya itu udah gak percaya sama orang yang mudah berjanji. Emangnya gampang memimpin negara sebesar ini? Saya jadi respek sama Pak SBY bagaimana pun beliau. Beliau menasihati para capres agar tidak mudah mengumbar janji. Bagus, Pak…

Saya dengar dengan telinga saya sendiri bahwa kata Pak Jokowi, kabinetnya tidak akan bagi-bagi kursi. Helooo… Emangnya kursi kabinet mau diisi sama orang-orang PDIP doang? Lah, ngapain juga kalian koalisi segala sama partai lain? Saya gak percaya tuh. Entah kenapa saya yakin, itu hanya topeng. Yang namanya koalisi, pasti bagi-bagi kursi. Kalau gak bagi-bagi kursi, pasti bagi-bagi proyek atau kekayaan. Hehe… Ujung-ujungnya uang rakyat masuk ke kantong mereka masing-masing.

Bisa saja gak bagi-bagi kursi… Itu kalau gak koalisi dengan partai lain 😀

Lalu saya milih siapa? Pak Prabowo?

heu… -_- saya pun sekarang jadi ragu untuk memilih Pak Prabowo. Saya dengar di belakang Pak Prabowo juga ada pihak asing yang mendanai. ^^a

Indonesia mau dibawa ke mana nih?

Setiap capres ada pihak asing yang mendanai. Saya khawatir akan sama aja dengan zaman Pak SBY yang dulu juga didukung sama partai-partai Islam.

Terlebih lagi, ulah Pak Prabowo zaman dulu yang tidak mudah dilupakan.

Apalagi, yang menaikkan citra Pak Jokowi sebelumnya adalah termasuk Pak Prabowo. Dahulu teman, sekarang jadi lawan. -_- haduh… haduh…

Saya khawatir, semua capres yang ada tujuan utamanya adalah ambisi menguasai Indonesia, tidak tulus untuk memperbaiki Indonesia -_-

Jadi?

Hmm… Saya abstain dulu aja lah… 😀

Kalaupun jadi memilih, yang pasti saya TIDAK AKAN memilih Pak Jokowi. NO!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s