Hati-Hati dengan Jengkel

karat

Mungkin kita sering melihat ada orang yg suka membanggakan diri di hadapan orang banyak. Entah dia membanggakan kemampuannya pada bidang tertentu, entah amalan kebaikannya, ilmunya, wawasannya, atau bahkan membanggakan kebahagiaannya seakan2 hanya dia seorang yg paling lurus hidupnya krn bisa menerima taqdir baik dan buruk dg sikap yg penuh qonaah.

Lalu, kita merasa jengkel melihat orang yg kelakuannya seperti itu dan bisa jadi tebersit utk membalas kelakuannya itu dg balik menyombongkan diri di hadapannya agar dia sadar bahwa ada yg lebih hebat dr dirinya.

Namun, jika direnungi lagi, rasa jengkel tsb bagian dr terlalu sibuk memikirkan aib orang lain. Sebenarnya, tidak ada alasan kita layak jengkel dg sikap sombong orang lain. Kenapa? Krn kesombongannya bukanlah urusan kita. Itu urusannya sendiri dg Allah di Hari Pengadilan. Urusan kita adalah membuat hati kita merasa nyaman lagi tenteram dalam kondisi apa pun. Urusan kita adalah tetap menjaga hubungan baik dg siapa pun agar silaturahim tidak terputus. Urusan kita adalah aib kita sendiri. Krn yg berbahaya bukanlah keburukan orang lain, melainkan keburukan diri sendiri. Keburukan kita sendirilah yg akan dipertanggungjawabkan nantinya.

Hati-hatilah dengan hati. Jangan sampai orang lain memegang remote control kedamaian hati kita dg mudah merasa jengkel melihat perilaku buruk orang lain. Apalagi sampai membalas perbuatannya krn itu seperti lingkaran yg tidak terputus yg pada akhirnya kita jadi ikut2an melakukan sesuatu yg pada awalnya kita tidak sukai itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s