Tidak Peduli

Benar, kalimat itu tanda seseorang sudah tidak lagi mau tau urusan apa pun dari orang lain atau pihak lain.

Saya pun begitu. Saya tidak peduli orang lain mau bicara apa tentang saya, mau menilai apa pun tentang saya, kalau saya yakin berada di atas kebenaran.

Namun, bukan berarti saya tidak membutuhkan nasihat. Saya orangnya selalu menimbang berkali-kali nasihat orang lain apakah bisa saya ambil atau tidak.

Pernah saya memilih sikap untuk tidak lagi peduli terhadap seorang akhwat. Beliau sering kali membuat saya sedih dalam diam. Bahkan, saya sering kali memendam amarah kepadanya karena sikapnya yang personal banget terlihat benci kepada saya. Beliau sering memperlihatkan sikap merendahkan saya dalam hal apa pun dan suka pamer di depan saya. Haaa, terkait pamer saya akui ini hanya prasangka saya. Prasangka saya ini muncul tidak begitu saja. Ini karena dia telah lebih dahulu menunjukkan perubahan sikap dengan menjauhi saya tanpa saya tau alasannya. Saya pun jadi berprasangka, apakah dia iri dengan saya? Apakah dia dengki dengan saya sampai segitunya dia bersikap terhadap saya? Manusiawi bukan, jika saya bersedih? Saya pun terkadang menjadi terbawa suasana mengikuti hawa nafsu membalas perbuatannya. Beliau pun yang lebih dahulu memutuskan silaturahim dengan saya.

Saya marah kepadanya karena sikapnya yang selama ini yang sering terlihat memusuhi saya tanpa saya tau alasannya. Saya sudah tanya alasannya berkali-kali, tetapi ia tetap saja bersikap acuh tak acuh. Ini berjalan hingga bertahun-tahun.

Saya orangnya tidak bisa bermusuhan dengan siapa pun. Namun, realitas memaksa saya untuk merenungi bahwa bisa saja ada orang-orang yang membenci kita walaupun kita sudah berusaha berkali-kali untuk ‘pedekate’, walaupun kita tidak tau alasannya mereka membenci kita. Sakit rasanya ketika saya berusaha mengucapkan salam dengan senyum, tetapi dicuekin atau dia bermuka masam. Sering kali saya mendapati dia melewati saya begitu saja tanpa menyapa.

Ah, saya ingat-ingat, saya selalu menangis setelah saya bertemu dengan akhwat itu. Saya menangis karena saya bingung harus bersikap seperti apa terhadap akhwat itu. Saya hanya takut terhitung sebagai pemutus silaturahim.

Saya juga sudah minta maaf dan minta diberi tahu apa salah saya, tetapi ia tak menjawab. Lagi-lagi saya menangis.

Pada akhirnya saya sempat memutuskan untuk tidak lagi peduli kepadanya. Saya berpikir, sepertinya dia tidak cocok dengan saya. Dia sepertinya tidak ingin berteman dengan saya. Sudahlah jika itu yang ia inginkan. Saya tidak peduli lagi. Saya pun tidak akan menyapanya lagi. Saya tidak akan menganggapnya sebagai teman.

Namun, saya sadar, dengan saya tidak peduli lagi, saya takut dihitung sebagai pemutus silaturahim juga. Sudah bagus, saya tidak ikut-ikutan akhwat itu, malah saya jadi ikut-ikutan.

Hati saya pun terketuk oleh isi artikel dari Islampos yang judulnya “Jika Memutuskan Silaturahim”. Ah, benar juga. Saya harus meluruskan niat saya ketika menyapa dan tersenyum. Seharusnya yang saya harap hanya ridho Allah. Bukan balasan dari akhwat itu yang berupa senyuman dan sikap yang baik kepada saya.

Akhirnya saya menghubunginya lewat whatsapp. Saya bilang selamat karena karunia yang baru saja ia peroleh. Ucapan selamat baru saya katakan karena selama ini saya diam saja, padahal saya tau. Saya katakan dengan jujur kalau saya selama ini marah. Saya pikir pesan saya kali itu akan diabaikannya lagi. Ternyata dia membalasnya dengan permohonan maaf 🙂 aah… akhirnya, dia mengucapkan kalimat itu. Saya paham dia orang yang gengsinya sangat tinggi. Ini diakui oleh sahabat dekatnya yang ia hormati. Jadi, wajar-wajar saja jika ia sulit mengucapkan kalimat itu. Tetapi, alhamdulillah akhirnya terucapkan juga. Doa saya dikabulkan. Berarti sudah impas. Sama-sama minta maaf 🙂 Beres deh masalah ini yang hingga bertahun-tahun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s