Ketika Dia Pulang dari Turki

cokelat

 

Mas kawin dan seperangkat alat sholat, ups, maksudnya coklat “cinta”, gantungan kunci bertuliskan istanbul, ^_^ dan daun-daun kering musim dingin -_- heu…

Haha… suamiku ini emang doyan melawak. Masa’ daun kering sampe di bawa kemari segala. Ah justru itu yang membuat saya betah selama ini dengan kepribadiannya. Di saat saya lagi pundung, dia malah ngajak bercanda. Hilanglah pundungku… ^^

Satu pak coklat itu pun tidak langsung ia berikan kepadaku. Mungkin ia lupa. Justru aku yang mengambilnya dari tasnya. Aku tanya, “Aa, ini apa?” sambil cengar-cengir. Dengan malu-malu sambil tertawa-tawa, ia katakan bahwa coklat itu untukku ^^ “Untuk kita,” tambahnya.

Sekelumit kisah pun tak ketinggalan dibawa olehnya untuk diceritakan kepadaku.

Yang menginspirasi adalah beliau mengatakan bahwa dahulu ada seorang syaikh bidang aqidah ke Suriah sampai dibuat ketakutan oleh keadaan di sana. Hingga saatnya syaikh tersebut bertemu dengan seorang anak laki-laki dan bertanya kepada syaikh tersebut dengan maksud mengingatkan beliau, “Allah ada di mana?” Maka dengan sekejap syaikh tersebut tersadar akan ilmu-ilmunya selama ini ternyata belum teruji. Ya, kata suamiku, di sanalah tarbiyah sesungguhnya. Di sana, di bumi yang terjadi peperangan, di medan jihad, semua akan teruji. Mulai dari keikhlasan niat, ketauhidan, hingga ketangguhan.

Oleh-oleh yang mengesankan 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s