Yang Penting Akhlaknya

pohon-rindang

Saya sedikit merenungi apa yang selama ini saya kerjakan.

Saya khawatir selama ini saya terlalu memforsir energi untuk mengikuti majelis ilmu sehingga kewajiban yang lain menjadi tidak optimal.

Ya, tidak selamanya yang baik itu pasti benar-benar baik.

Jangan sampai kebaikan menjadi melalaikan kewajiban yang lain.

Melihat fenomena yang ada, di saat manusia itu baru merasakan nikmatnya mengenal Islam lebih dalam, maka ia pun jadi terlalu fokus ke sana tetapi kewajiban yang lain misalnya mengerjakan tugas kuliah menjadi terlalaikan.

Atau orang yang punya target tilawah sekian halaman dalam sehari, konsekuensi logisnya adalah sekian waktunya digunakan tilawah. Ini bagus, tetapi jika kewajiban lain terlalaikan, maka ibadah sunnah tersebut menjadi tidak berkah.

Atau seorang istri yang begitu giatnya mengkaji kitab, tetapi ia lalai memenuhi permintaan suaminya.

Atau seseorang yang sering mengobarkan semangat ukhuwah, tetapi nyatanya dia menyimpan benci atau memutuskan silaturahim kepada saudarnya yang seiman. Apa itu ukhuwah?

Pertanyaannya, untuk apa sih semua itu???

Bukankah tujuannya adalah ridho Allah?

Mengapa hal yang sunnah harus diutamakan dari pada yang wajib?

Atau jangan-jangan niatnya udah gak beres?

Bukankah semua ibadah itu yang terpenting adalah membuahkan akhlak yang mulia?

Rasul diutus untuk menyempurnakan akhlak. Semua ibadah itu dasarnya atau pondasinya satu, aqidah yang lurus, dan seharusnya bisa membuahkan akhlak yang mulia. Akhlak lah yang seharusnya menjadi tujuan.

Maksudnya apa?

RIDHO ALLAH.

HANYA ridho Allah… hanya ridho Allah… “hanya” ridho Allah…

Ibadah bukan sekadar menuruti mood kita atau pemuas nafsu kita.

Kita harus bisa memprioritaskan yang seharusnya diprioritaskan …>_<…

Seimbanglah, Rin… Kalau kata Hasan Al-Banna, tawazun-lah…

Ingatlah, Rin… Jangan sampai kita berbuat zhalim. Zhalim baik kepada diri sendiri maupun orang lain.

Beradablah, Rin! karena dari manusia-manusia yang beradab baru bisa membentuk Peradaban.

Dari berpikir seperti ini, sekarang saya lebih bisa husnuzhan kepada orang-orang yang nampaknya berbuat kekurangan. Banyak orang yang sebelumnya belum berkerudung, ternyata sebelum ajalnya tiba mereka akhirnya berkerudung dikaruniai taubat sebelum ajalnya. Bagaimana dengan kita? Kita belum jelas… 😥

Ada pula yang selama hidupnya masih belum terbiasa sholat 5 waktu, tetapi ternyata ia meninggal ketika sedang menunaikan ibadah haji di Mekah dan jenazahnya disholatkan di sana. Subhanallah… Tiada yang tahu akhir hidup kita kecuali Allah yang telah menuliskan takdir kita… >_< Setelah ditelisik, ternyata orang tersebut suka bersedekah selama hidupnya dan tidak suka ghibah.

Pernahkah mendengar kisah Malik bin Dinar? Ia seorang tabiin yang pernah melakukan semua jenis dosa besar. Ia sempat bertaubat karena hidayah Allah melalui putrinya. Namun, ketika putrinya yang masih kecil meninggal, ia kembali seperti dulu, berbuat dosa-dosa besar. Tetapi, akhirnya hidayah itu datang lagi melalui mimpinya. Sejak itu hingga akhir hayatnya, ia tidak pernah ketinggalan menangisi dosa-dosanya yang telah lalu.

Bagaimana dengan kita? Kita belum jelas 😥

Seberapa pun kita bisa melakukan ketaatan kepada Allah, hati-hati jangan sampai muncul ujub dan sombong sehingga merendahkan orang lain.

Pertanyaan itu muncul lagi, semua itu, semua lelah kita untuk apa?

“Tidakkah kamu memerhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat, dan cabangnya (menjulang) ke langit, (pohon) itu menghasilkan buahnya pada setiap waktu dengan seizin Tuhannya. dan Allah membuat perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.” (terjemahan QS Ibrahim: 24-25)

Pohon-Rindang (1)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s