Untuk Engkau yang Jauh di Sana

Sudah beberapa hari kita terpisah beda negara.

Rasanya sulit bagiku ditinggalkan olehmu walau hanya beberapa hari saja.

Tidak. Ini tidak biasa.

Kali ini sungguh berbeda.

Engkau di sana di perbatasan benua Asia dan Eropa.

Engkau pernah bertanya kepadaku, “Ngizinin aa ga sayang ke sana?”

***

Aku terdiam. Aku pikir kenapa aa bertanya seperti itu? Mana mungkin aku tidak mengizinkan?

Bukankah panggilan jihad itu wajib dipenuhi?

Yaa, walaupun ini bukan jihad qital seperti para mujahidin di sana. Tapi ini kan bagian dari jihad juga. Bukankah jihad itu ada 5 tingkatan atau jenis?

Kita ini belum mampu berjihad seperti para mujahidin di sana. Maka, sudah seharusnya memenuhi panggilan yang lebih ringan, yaitu menyalurkan bantuan berupa selimut pada rakyat Suriah, bagi kita yang di sini, di Indonesia.

Di sana sungguh keadaannya sungguh mengiris hati. Bayi2 di sana mati kedinginan 😥

Apakah kita diam saja?

Tentu saja kujawab kepada suamiku, “Ya pasti ngizinin dong aa. Kan wajib memenuhi panggilan ‘jihad’ 😐 Nanti klo rina gak ngizinin, rina dosa.”

***

Suamiku, aku selalu termenung meratapi diri ini. Aku merasa tidak selevel denganmu. Sejak awal kau datang melamarku, aku terkaget-kaget karena aku merasa jauh di bawahmu.

Aku merasa tidak pantas, tetapi aku diam-diam telah memilihmu dan mengharapkanmu menjadi suamiku sejak hidayah itu datang melalui perkataanmu.

Dulu, aku pikir dirimu adalah orang yang menyebalkan. Kita selalu saja berbeda pendapat.

Tapi, setelah agenda itu. Agenda di mana membuatku tahu siapa dirimu, ternyata dirimu bukan orang yang biasa. Engkau mengatakan sesuatu yang di luar dugaanku, tanda ilmu yang engkau kuasai. Engkau mengatakan sesuatu yang membuatku tersindir. Tiba-tiba saja aku merasa selama ini telah salah dalam memahami sesuatu. Kalimat itu meruntuhkan kesombonganku. Hampir saja aku menangis saat itu. Mataku sudah berkaca-kaca.

Gengsi berubah menjadi kagum.

Lalu, kekagumanku bertambah-tambah seiring berjalannya waktu.

Aku pun mulai takut jika berpapasan denganmu. Aneh memang ^^ aku menjauhimu saat itu, bahkan seperti menghilang dari peradaban kehidupanmu. Padahal kita satu jurusan ya. Kok bisa aku seperti menghilang. Apalagi setelah kau lulus TA. Kau bahkan sudah sangat jarang ke gedung Arsitektur. Saat itu, aku berusaha menghilangkan perasaan kagum yang terlanjur tertancap. Berusaha menghilangkan perasaan itu dengan menjauhimu, tapi lucunya Allah menakdirkan kita sering berpapasan di jalan hihi ^^

Saat itu, kau hendak dijadikan menteri kewirausahaan KM ITB, mungkin karena dirimu telah sukses memegang amanah sebagai Kadiv Unit Usaha di IMA G, tapi kau menolaknya. Ah, kau sungguh zuhud, terbukti ketika kita selama ini hidup bersama. Lalu, kau pun akhirnya diminta menjadi senator himpunan Arsitektur, kau pun menolak. Tapi apa daya sayang, Allah menakdirkan kau harus menerima amanah itu karena calon-calon yang lain tidak bisa. Ah indahnya ketika suatu posisi itu datang tanpa dikejar atau diminta. Itulah dirimu. Tidak ada yang bersekongkol berusaha menjadikanmu sebagai senator, termasuk para aktivis muslim di Arsitektur, tetapi dirimu begitu saja mendapat amanah dari semua kalangan. Tidak seperti yg lain yg aktivitasnya terlalu terkuras utk mengusung seseorang utk dijadikan pemimpin sehingga meremehkan dakwah di bidang pembinaan.

Ah, aku ini memang tidak ada apa-apanya.

Aa, rina kangen… Sungguh2 kangen. Ah, mungkin kau bosan membaca pesanku yang isinya sama, “Rina kangen.”

Apalagi, setelah kau mengirim rekaman suaramu yang sebagian isinya berbunyi, “… Aa sayang sama rina karena Allah. Doain ya sayang. Semoga misi media sukses. …” Suaramu begitu teduh. Aku pun menangis sejadi-jadinya. Ah aku ini emang cengeng. Aku menangis karena rindu yang amat dalam.

Aa, rina menunggumu di Indonesia. Kutunggu kabar gembiranya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s