Luruskan Niat

ikhlas

Merenungi setiap kejadian. Manusiawi, jika seseorang ingin amal kebaikannya diketahui orang lain. Manusiawi, jika seseorang ingin dipuji dan dianggap baik oleh orang lain.

Belum lagi, setan ikut merongrong agar manusia yang awalnya berusaha menyembunyikan amal baiknya hingga pada akhirnya ia mengatakan amal baiknya itu.

Niat memang sering kali berbelok.

Pada awalnya ingin menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Namun, bisa jadi itu kamuflase niat, menutupi niat sebenarnya di lubuk hati yang paling dalam, yakni ingin diketahui orang lain.

Hati kotor karena orientasinya sudah kepada makhluq, bukan Allah.

Di mana letak kedudukan Allah jika yang diinginkan adalah orang lain mengetahui amal baiknya?

Terkadang hati panas ketika ada orang lain mengatakan di depan kita bahwa diri kita tidak melakukan hal yang baik yang sebenarnya telah kita lakukan.

Perlu digarisbawahi, “dikatakan bahwa diri kita tidak melakukan perbuatan baik yang sebenarnya telah kita lakukan”.

Jika hati kotor, hati bisa panas/kecewa jika dianggap tidak melakukan hal baik yang sebenarnya telah dilakukan bahkan secara rutin.

Padahal cuma dianggap tidak melakukan hal baik, bukan melakukan hal buruk. Itu saja sudah membuat hati mulai goyah dan muncul rasa ingin memberi tahu bahwa kita telah melakukan itu. Yaa, kecuali jika memang orang lain jelas akan berpikir buruk tentang kita, itu tidak apa2 jika kita memberi klarifikasi. Tapi apakah benar orang lain tersebut akan berpikir buruk tentang kita???

Pertanyaannya, apakah orang lain akan menuduh kita mencuri? Berbohong? Atau berniat menjatuhkan orang lain?

INGAT!

Harta yang sudah dikeluarkan banyak-banyak tidak berbuah di akhirat karena niat ingin dianggap dermawan.

Lapar dan haus tidak digantikan makanan dan minuman surga karena ingin dianggap taat kepada Allah.

Susah payah sholat qiyamul lail menjadi sia-sia karena ada niat ingin dianggap sebagai hamba yang dekat dengan Allah.

Ya Allah, kami lemah >_< Lemah menghadapi godaan hawa nafsu dan setan yang membisikkan. Kami berlindung ya Allah 😥

Ingatkah apa pesan Allah kepada hamba-Nya, Rin?

Pekerjaan yang sudah lelah-lelah dilakukan tidak akan bernilai apa-apa di hadapan Allah karena niatnya yang belok, sudah bukan hanya untuk Allah. Bukan untuk mencari ridho Allah.

Sedih pasti rasanya jika tidak dianggap telah melakukan sesuatu yang sebenarnya telah dilakukan, bahkan rutin. Tapi INGAT, sedih itu tanda hati masih kotor. Masih kotor, Rin!!! Jangan lakukan lagi! Di sanalah mujahadahnya.

Coba pikirkan, untuk apa memberi tahu amalan yang telah kita lakukan? Tidak ada alasan lain kan selain agar diketahui orang lain? Lalu orang lain pun akhirnya memujimu atau menghormatimu. BUAT APA?

Jika orang lain menghormatimu, bagaimana Allah melihatmu? Apakah dirimu terhormat di hadapan Allah?

Sia-sia Rin lelahmu jika niatmu sudah membelok. SIA-SIA! Gak dapet apa2.

Latihan! Mujahadah!

Semoga Allah senantiasa membimbingku agar aku tidak terjerumus ke dalam riya’.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s