Halal dan Thayyib

safe food

(Ini tulisan sekitar 2 tahun lalu ^^)

Terkadang orang jarang memerhatikan apakah makanan yg ia makan cukup sehat atau tidak. Pun soal kehalalannya. Padahal, Islam telah memerintahkan orang yg beriman utk senantiasa makan/minum yg halal dan menganjurkan makan/minum yg thayyib.

Soal kehalalan makanan/minuman yg jelas, telah kita ketahui, ada label “halal” dr MUI dan keamanannya utk masuk dlm tubuh kita ditandai oleh label dr BPOM. Namun, bagaimana dg thayyib?

Menurut kajian yg pernah saya dengar di radio, definisi thayyib bisa sangat luas, tetapi detail. Zaman sekarang, rasanya sudah sulit menemukan makanan/bahan makanan yg benar2 bagus kualitasnya (thayyib).

Thayyib itu bisa didefinisikan jauh dr kemudharatan dan dekat dg kesehatan. Waktu itu kajiannya sampai membahas kemasan. Satu kunci dr pintu pikiran saya yg tertutup pun ditemukan dan pikiran saya lebih terbuka lagi. Ternyata, apa yg telah Allah berikan secara lgsg kpd manusia di bumi itu sdh cukup. Ternyata, yg bungkusnya daun itu lebih baik drpd yg bungkusnya plastik. Tempe yg dibuat manual oleh nenek-nenek lebih sehat dibanding dg mesin. Belum lagi bahasan tentang gizinya.

Sekarang, kita sudah sulit menemukan makanan tanpa pengawet dan tanpa penyedap rasa (MSG/vetsin). Utk menghindari MSG memang kita harus memasaknya sendiri. Hmm saya pun menjadi diingatkan, walaupun sesibuknya saya dlm mengerjakan tugas, alangkah baiknya jika sekali-kali saya masak sendiri. Jika memasak, saya memang “tidak pernah” lagi pakai MSG. Telur goreng dg garam saja, sudah cukup enak kok :)tdk perlu pakai vetsin seperti yg dijual-jual. Benar kata ibu saya, perpaduan antara garam dan gula lah yg bermain dan memengaruhi kegurihan suatu masakan (Rudy Khoirudin). Sayur bayam pun sudah cukup enak dg garam dan sedikit gula, asalkan bumbunya lengkap (bawang merah & bawang putih yg digoreng). Jika ingin agak asam, bisa ditambah tomat. Begitu juga sayur sop, oseng-oseng, dll. Bahkan, sayur sop bisa ditambah kaldu. Hmm jadi ingin memasak.. :D Nanti deh abis sidang 1.

Lalu, bagaimana jika membeli? Kalau saya, saya selalu milih menu yg ada sayurannya, terutama utk makan siang. Diusahakan di tempat yg bersih. Saya jarang sekali makan makanan seperti nugget, kecuali yg udah dicampur ke dalam masakan. Saya juga tidak suka makan ayam yg sudah dikemas dan diberi bumbu. Lebih baik saya makan tempe goreng. Saya pun lebih suka makan tempe goreng biasa daripada tempe goreng tepung/mendoan, kecuali saya yakin mendoan tsb tidak bervetsin. Apalagi mie instan, saya sudah tidak pernah makan mie instan lagi walaupun selapar apa pun saya. Lebih baik saya makan roti sementara utk mengisi perut, lalu saya goreng telur.

:D

————————————————————————————————————————————————

(Tambahan dari saya dari tulisan 2 tahun lalu di atas)

Huff… Ternyata istiqomah itu sulit.

Saya harus kembali kepada idealisme saya saat saya menulis artikel di atas ^^

Ayooo rin… Kembali kepada jalan yg benar >_< Jangan bandel lagi!

Hmm beda emang sih klo udah punya suami. Jadi khawatir suami gak suka dengan masakan yang kubuat. Jadi aku suka bandel dikasih vetsin/MSG. Ngakunya sih eksperimen hihi… Ngecek, perbedaan rasanya jauh atau gak.

Oke, klo ngakunya emang eksperimen, kasih tau dong hasil eksperimennya 😀

Ternyata, gak jauh beda kok pake vetsin/MSG dg gak pake klo bumbu dapur yang dipakai lengkap. Nah, kuncinya di sini. Bumbu dapurnya HARUS lengkap klo gak mau pake vetsin. Sebenarnya itu sih alasan saya bandel pake vetsin karena bumbunya saat itu gak lengkap -_-

Saya sering mengakalinya dg memberi banyak sekali irisan bawang biar tetap enak walaupun gak pake vetsin. Karena itu ngaruh banget.

Yah, intinya harus sering eksperimen masakan 🙂 Semangat Rin! Jaga rahimmu!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s